Kota Bogor

PGRI Kota Bogor Undang Bapaslon Pilwalkot, Bawaslu Ingatkan Ini

Redaksi
×

PGRI Kota Bogor Undang Bapaslon Pilwalkot, Bawaslu Ingatkan Ini

Sebarkan artikel ini

KOTA BOGOR – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bogor merespon terkait kegiatan Organisasi Guru dalam hal ini PGRI Kota Bogor yang membuat kegiatan dengan menghadirkan Bakal Calon Walikota Bogor, Dedie A Rachim pada Rabu (11/9).

“Kami melihat dari sisi acaranya atau pertemuannya, karena ini belum masa kampanye, maka belum bisa ada penindakan. Kecuali terbukti, didalam pertemuan tersebut pihak ASN sudah menyatakan dukungan terhadap paslon bersangkutan, baru kita bisa lakukan penindakan,” ujar Anto Siburian selaku Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi Bawaslu Kota Bogor pada media, Kamis (12/9).

Pasca pihak PGRI menyampaikan surat pemberitahuan kegiatan tersebut, Bawaslu menghimbau kepada pihak panitia langsung, terlebih bagi Aparatur Sipil Negera (ASN) untuk tidak menyatakan dukungannya didalam kegiatan tersebut.

“Kami langsung menghimbau kepada semua ASN yang hadir dalam kegiatan silaturahmi dengan paslon untuk tetap menjaga netralitasnya, tidak ada dukungan kepada paslon manapun,” tegas Anto.

Kalaupun jika terbukti, pihak Bawaslu belum bisa memberikan tindakan apapun, karena dasar hukumnya belum jelas dan yang pasti belum masuk masa kampanye.

“Makanya kita sampaikan upaya pencegahannya, jangan sampai ada yang menyatakan sikap atau dukungan langsung di acara tersebut khususnya bagi para ASN yang hadir. Apalagi menurut informasi, semua paslon akan hadir sesuai jadwal yang sudah ditentukan oleh pihak PGRI Kota Bogor hingga masa penetapan nomor bagi semua Bacalon di Pilkada Kota Bogor,” paparnya.

“Kalaupun bisa terbukti, Kami Pihak Bawaslu akan menindak secara Peraturan yang berlaku dan bisa meneruskannya kepada BKN atau Walikota,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kota Bogor, Ade Sutisna menjelaskan, kegiatan yang menghadirkan Bakal Calon Walikota Bogor sudah disampaikan kepaada KPU Kota Bogor dan mengizinkan kegiatan tersebut.

“Boleh Pak, katanya, bagus asal jangan hanya 1, 2 pasang tapi harus semua diundang, maka saya buat jadwal. ke KPU sudah saya kirim pemberitahuan yang pertama, dan sekali lagi KPU mengizinkan, yang penting saya KPU dulu karena masih belum waktunya masa kampanye, malah penetapan calon saja belum, dan sebelum tanggal 22 September saya melaksanakan,” jelasnya.

Terkait pemberitahuan kepada Bawaslu, pihaknya telah menyampaikan pemberitahuan kegiatan tersebut.

“Kebetulan yang hadirnya, mantan sekda Pak Ade Syarif selaku Dewan Pembina PGRI Kota Bogor. Semua sudah tahu yang hadir pada umumnya ASN aktif, pengurus PGRI. Tidak ada kampanye apa – apa, hanya mendengarkan visi – misi,” ungkapnya.

“Visi – misi itu sejauh mana seorang calon ingin memperhatikan dunia pendidikan Kota Bogor, syukur ada perhatian terhadap guru atau perhatian terhadap organisasi,” tandasnya. (DR)