FaktaID.net – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat ekosistem investasi di sektor perkebunan, khususnya komoditas kelapa. Upaya ini dilakukan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.
Langkah konkret tersebut diwujudkan dalam kegiatan Business Matching bertajuk “Akselerasi Investasi Kelapa di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan” yang digelar pada Rabu (29/10) di Hotel Swarna Dwipa, Palembang. Acara ini bertujuan memperkuat ekosistem investasi daerah melalui pengembangan industri kelapa terpadu di Banyuasin agar menjadi model bagi kabupaten lain di Sumsel.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala DPMPTSP Sumsel Lusapta Yudha Kurnia, Kepala Kelompok Kerja Penanaman Modal Rahmat Fitriansyah, Kepala Direktorat OJK Sumsel Tito Adji Siswantoro, Ketua Umum Indonesia Japan Business Network (IJBNet) Suyoto Rais, serta Direktur PT Green Power Palembang (GPP) Takano Masakazu.
Dalam sambutannya, Kepala DPMPTSP Sumsel Lusapta Yudha Kurnia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap terselenggaranya kegiatan strategis tersebut. Ia menilai pengembangan industri turunan kelapa, terutama produksi crude coconut oil (CCO) sebagai bahan baku bioavtur, merupakan langkah penting menuju energi hijau.
“Kami bangga karena Sumatera Selatan menjadi salah satu lokasi prioritas pendirian pabrik hilirisasi CCO. Ini peluang besar untuk menjadikan daerah kita sebagai pusat energi hijau masa depan,” ujar Yudha, dilansir Kamis (30/10).
Ia menegaskan, Pemprov Sumsel berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada para investor melalui kebijakan pro-bisnis, kemudahan perizinan, serta kepastian hukum. Yudha menambahkan, keberhasilan investasi tidak hanya bergantung pada potensi sumber daya alam, tetapi juga pada sinergi dan kepercayaan antar pemangku kepentingan.
Sementara itu, Ketua Umum IJBNet Suyoto Rais menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan pemerintah daerah. “Pemerintah Sumatera Selatan, khususnya Kepala Dinas DPMPTSP, sejak awal dengan sabar membimbing kami hingga pada posisi ini,” ujar Suyoto.
Suyoto menjelaskan, kolaborasi dengan IJBNet merupakan proses panjang yang melibatkan berbagai instansi pusat dan daerah, termasuk Kemenko Perekonomian, BKPM, serta BRIN.
Dari sisi teknis, Kepala Pokja Penanaman Modal Rahmat Fitriansyah menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu mempererat sinergi antara pelaku usaha, lembaga keuangan, dan calon investor demi percepatan investasi berkelanjutan.
“Kita menggunakan kelapa yang tidak masuk kategori pangan, sehingga tetap aman bagi pasokan pangan di Indonesia,” ungkap Rahmat.
