FaktaID.net – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menghadiri kegiatan panen raya jagung serentak kuartal IV tahun 2025 yang digelar di Kampung Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (8/1).
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menyampaikan bahwa panen serentak sebenarnya dijadwalkan berlangsung pada Desember 2025, namun mengalami penyesuaian waktu karena padatnya agenda kegiatan.
“Alhamdulillah hari ini kami melaksanakan kegiatan panen serentak untuk kuartal keempat yang memang seharusnya kita laksanakan di bulan Desember kemarin, namun karena adanya berbagai macam kegiatan kita mundurkan di tanggal 7 Januari,” kata Sigit.
Sigit menjelaskan, selama satu tahun terakhir Polri terus mengoptimalkan perannya dalam mengawal dan mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi target Presiden Prabowo Subianto.
“Jadi kurang lebih selama 1 tahun l sesuai dengan apa yang menjadi target Bapak Presiden, kita memaksimalkan untuk bagi bagaimana agar terlaksana swasembada khususnya untuk Polri mendorong untuk dilaksanakannya swasembada jagung,” ujar Sigit.
Menurutnya, Polri juga terus berupaya mencari dan mengoptimalkan lahan yang dapat dimanfaatkan untuk penanaman jagung. Hingga saat ini, Korps Bhayangkara telah mengantongi lahan seluas 1.300.000 hektare, dengan realisasi penanaman mencapai 586.000 hektare.
“Selama 1 tahun, sehingga masih ada kurang lebih 700.000 hektar yang akan kita tanam dan mudah-mudahan bisa selesai di tahun 2026, sehingga kemudian 1.300.000 hektar tersebut betul-betul bisa tertanam,” ucap Sigit.
Lebih lanjut, Sigit mengungkapkan bahwa hingga kuartal keempat tahun ini, kontribusi Polri dalam sektor jagung telah menghasilkan panen sebesar 3,5 juta ton.
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi dorongan kuat untuk mewujudkan swasembada pangan nasional sebagaimana yang menjadi perhatian khusus Presiden Prabowo.
Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, hasil produksi jagung juga diharapkan mampu mencukupi permintaan pasar swasta nasional, kelompok pakan ternak, hingga memperkuat cadangan Bulog. Bahkan, tidak menutup kemungkinan sebagian hasilnya dapat diekspor.
“Mudah-mudahan apa yang menjadi atensi dan perhatian Bapak Presiden yang menaruh perhatian khusus terkait dengan masalah swasembada kami bisa ikut berkoordinasi semaksimal mungkin,” tegas Sigit.
Pada kesempatan yang sama, Sigit juga menyampaikan bahwa panen serentak di Bekasi kali ini dilakukan di atas lahan seluas 25 hektare dan akan langsung dilanjutkan dengan penanaman kembali.
“Alhamdulillah hari ini panen serentak kita laksanakan di wilayah Bekasi di lahan 25 hektare dan setelah ini juga langsung akan ditanam sehingga total yang akan ditanam pasca panen ini luasannya 50 hektare dan ini tentunya menjadi bagian yang akan terus kita kontrol dan kita evaluasi,” tambah Sigit. (DR)
