Menu

Mode Gelap

Daerah · 25 Nov 2025 WIB

Kejati Kalbar Geledah Rumah Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah GKE Petra Sintang


Dok. Penggeledahan Rumah Tersangka HN Oleh Tim Penyidik Khusus (Pidsus) Kejati Kalbar/Foto: Kejati Kalbar) Perbesar

Dok. Penggeledahan Rumah Tersangka HN Oleh Tim Penyidik Khusus (Pidsus) Kejati Kalbar/Foto: Kejati Kalbar)

FaktaID.net – Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat (Kejati Kalbar) kembali melakukan penggeledahan terkait dugaan tindak pidana korupsi dana hibah Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang kepada Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Petra Tahun Anggaran 2017 dan 2019. Penggeledahan berlangsung pada Senin, 24 November 2025.

Penggeledahan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penggeledahan Nomor: Print-02/O.1/Fd.1/11/2025 dan Surat Penyidikan Nomor: Print-01/O.1/Fd.1/03/2024.

Tindakan tersebut menyasar rumah tersangka HN di Jalan Purnama II, Komplek Purnama Elok, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan, dengan pelaksanaan sesuai prosedur hukum acara pidana dan disaksikan pihak setempat.

Baca Juga :  Kejari Jember Tetapkan Lima Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Makan dan Minum di Sekretariat DPRD

Kejati Kalbar menegaskan bahwa langkah penggeledahan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pembuktian serta menunjukkan keseriusan dalam penegakan hukum.

Proses penyidikan disebut akan terus dikembangkan secara hati-hati, akuntabel, dan proporsional, dengan integritas sebagai prinsip utama. Lembaga ini juga berkomitmen memberikan informasi resmi secara berkala guna menjaga transparansi publik.

Kasus ini berkaitan dengan penyaluran dana hibah kepada GKE Petra Sintang sebanyak dua kali, yaitu Rp5 miliar pada 2017 dan Rp3 miliar pada 2019.

Baca Juga :  Kejari Mataram Tetapkan 4 Orang Tersangka Korupsi Dana Pokir DPRD Lobar, Negara Rugi Rp1,7 Miliar

Pemeriksaan menemukan kekurangan volume pekerjaan serta adanya Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) tertanggal 27 April 2019 yang dibuat tersangka HN, meski tidak ada kegiatan pembangunan pada tahun tersebut karena proyek telah rampung pada 2018. Kondisi ini menimbulkan kerugian keuangan negara.

Dalam penggeledahan, penyidik mengamankan dua kunci mobil—Volkswagen merah dan Mini Cooper AT hitam—serta sejumlah dokumen penting terkait pembangunan GKE Petra. Seluruh barang bukti tersebut telah dibawa ke Kantor Kejati Kalbar untuk pendalaman lebih lanjut sebelum proses penyitaan dilakukan. (DR)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Avatar badge-check

Editorial Team

Baca Lainnya

Kejati Papua Sita Uang Pengembalian Dana PON XX Papua, Total Capai Rp15 Miliar

6 Desember 2025 - 14:38 WIB

Kejati Papua Sita Uang Pengembalian Dana PON XX Papua, Total Capai Rp15 Miliar

Dugaan Korupsi Program PKBM, Kejari Indramayu Geledah Disdikbud, Sita Dokumen dan Barang Elektronik

6 Desember 2025 - 10:45 WIB

Dugaan Korupsi Program PKBM, Kejari Indramayu Geledah Disdikbud, Sita Dokumen dan Barang Elektronik

Kejati Sulut Geledah Kantor BPBD dan DPRD Sitaro Terkait Dugaan Korupsi Dana Bantuan Erupsi Gunung Ruang

6 Desember 2025 - 08:52 WIB

Kejati Sulut Geledah Kantor BPBD dan DPRD Sitaro Terkait Dugaan Korupsi Dana Bantuan Erupsi Gunung Ruang

Kejari Pandeglang Tetapkan Dua Tersangka Korupsi di BUMD PT LKM Pandeglang Berkah

6 Desember 2025 - 07:22 WIB

Kejari Pandeglang Tetapkan Dua Tersangka Korupsi di BUMD PT LKM Pandeglang Berkah

Kejari Palembang Tetapkan Mantan Kadis Perkimtan dan Direktur CV MMB Sebagai Tersangka Korupsi

5 Desember 2025 - 21:16 WIB

Kejari Palembang Tetapkan Mantan Kadis Perkimtan dan Direktur CV MMB Sebagai Tersangka Korupsi

Kejari Gunungsitoli Komisioner Bawaslu Terkait Dugaan Pungli dan Penyalahgunaan SPPD

5 Desember 2025 - 16:18 WIB

Kejari Gunungsitoli Komisioner Bawaslu Terkait Dugaan Pungli dan Penyalahgunaan SPPD
Trending di Daerah