Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 17 Des 2025 WIB

Mentan Amran Serap 40 Ton Cabai Petani Aceh Pascabencana, 15 Ton Dikirim ke Jakarta


Dok. Mentan Amran Serap 40 Ton Cabai Petani Aceh Pascabencana, 15 Ton Dikirim ke Jakarta/Foto: Ist) Perbesar

Dok. Mentan Amran Serap 40 Ton Cabai Petani Aceh Pascabencana, 15 Ton Dikirim ke Jakarta/Foto: Ist)

FaktaID.net – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyerap sebanyak 40 ton cabai dari petani di sejumlah sentra produksi di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi sekaligus melindungi pendapatan petani di tengah kondisi pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatra.

Dari total cabai yang diserap, sebanyak 15 ton langsung dikirim ke Jakarta dengan memanfaatkan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara. Pengangkutan dilakukan melalui jalur udara dari Bandara Rembele, Aceh Tengah, menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Mentan Amran menegaskan, kebijakan penyerapan hasil panen tersebut merupakan wujud nyata kehadiran negara agar petani tidak mengalami kerugian akibat bencana, serta memastikan hasil panen mereka tetap terserap oleh pasar.

Baca Juga :  BI Prediksi Penjualan Eceran Naik 4,8 Persen pada Juli 2025

“Pesan saya satu. Jangan merugikan petani kita. Kalau perlu, naikkan harganya. Supaya petani untung. Yang penting, jangan rugi,” tegas Mentan Amran dalam keterangannya kepada pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu (17/12).

Ia menjelaskan, pengiriman cabai ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar armada pesawat Hercules dan helikopter yang membawa bantuan logistik ke Bandara Rembele tidak kembali dalam kondisi kosong, melainkan dimanfaatkan untuk mengangkut hasil pertanian petani setempat.

“Ini pesawat bolak-balik ke Aceh, angkut bantuan dari pemerintah, maupun bantuan dari saudara-saudara kita. Jadi pulangnya kosong,” tegasnya.

Baca Juga :  BI: Rupiah Melemah, Yield SBN Naik Tipis, Aliran Modal Asing Masuk Rp0,12 Triliun

Untuk distribusi cabai di Jakarta, Kementerian Pertanian berkoordinasi dengan para pedagang cabai di Pusat Informasi Pasar Kramat Jati (PIKJ) guna memastikan penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran.

Mentan Amran juga menekankan bahwa kebijakan distribusi tersebut dirancang agar seluruh rantai pasok pangan berjalan seimbang dan saling menguatkan, mulai dari petani, pedagang, hingga konsumen akhir.

“Kita ingin semua tersenyum. Petani tersenyum, pedagang tersenyum, dan konsumen tersenyum karena harga tetap stabil. Jangan ada berteriak salah satunya,” ujar Mentan Amran.

Baca Juga :  Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi 427,2 Miliar Dolar AS Pada Februari 2025

Melalui langkah ini, Mentan Amran menegaskan komitmen Kementerian Pertanian untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani, memastikan hasil panen terserap pasar, serta memperkuat peran negara dalam melindungi petani, terutama dalam kondisi darurat dan pascabencana. (DR)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Avatar badge-check

Editorial Team

Baca Lainnya

Ground Breaking Pabrik Pengolahan Kelapa Menjadi Bahan Baku Bioavtur di Banyuasin

21 Januari 2026 - 06:52 WIB

Ground Breaking Pabrik Pengolahan Kelapa Menjadi Bahan Baku Bioavtur di Banyuasin

BI: Inflasi IHK 2025 Terkendali di Kisaran Sasaran 2,5±1 Persen

6 Januari 2026 - 07:43 WIB

BI: Inflasi IHK 2025 Terkendali di Kisaran Sasaran 2,5±1 Persen

BPS Catat Produksi Jagung Nasional 2025 Naik 6,44 Persen

6 Januari 2026 - 07:21 WIB

BPS Catat Produksi Jagung Nasional 2025 Naik 6,44 Persen

BI: Neraca Perdagangan Indonesia November 2025 Surplus 2,66 Miliar Dolar AS

5 Januari 2026 - 19:18 WIB

BI: Neraca Perdagangan Indonesia November 2025 Surplus 2,66 Miliar Dolar AS

Bapanas Pastikan Stok Telur Ayam Ras Surplus dan Aman hingga Lebaran

26 Desember 2025 - 17:39 WIB

Bapanas Pastikan Stok Telur Ayam Ras Surplus dan Aman hingga Lebaran

Likuiditas Perekonomian November 2025 Menguat, Uang Beredar Tumbuh 8,3 Persen

22 Desember 2025 - 13:01 WIB

Likuiditas Perekonomian November 2025 Menguat, Uang Beredar Tumbuh 8,3 Persen
Trending di Ekonomi