FaktaID.net – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melakukan kunjungan kerja ke Museum Pajajaran, Kota Bogor, Rabu (31/12). Dalam kunjungan tersebut, Fadli menegaskan bahwa keberhasilan sebuah museum tidak hanya ditentukan oleh kemegahan bangunan, tetapi juga kekuatan substansi konten yang disajikan kepada pengunjung.
Ia menekankan pentingnya penyusunan alur cerita dan tata pamer yang mampu menghadirkan pengalaman edukatif yang mendalam. Menurutnya, museum harus menjadi ruang pembelajaran sejarah yang hidup dan relevan bagi masyarakat.
“Bangunan yang megah harus diimbangi dengan storyline dan tata pamer yang kuat. Kami akan membantu menyusun narasi sejarah agar pengunjung mendapatkan pengalaman edukasi yang mendalam. Kami juga membuka ruang bagi sejarawan, arkeolog, komunitas, hingga pihak swasta untuk berkolaborasi,” jelas Fadli.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menyampaikan bahwa pengembangan Museum Pajajaran merupakan instruksi langsung dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata dia, telah menyiapkan langkah-langkah konkret guna merealisasikan proyek tersebut, termasuk penyediaan pendanaan awal.
“Kami memberikan dukungan penuh. Tim teknis sudah turun untuk menyusun perencanaan Museum Pajajaran dengan estimasi anggaran sekitar Rp16 miliar. Ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya ‘luar biasa’ untuk menjaga ruh sejarah leluhur agar tetap hidup bagi generasi mendatang,” ujar Herman.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Bogor. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyatakan optimisme terhadap sinergi lintas pemerintahan dalam pengembangan Museum Pajajaran.
Ia memandang museum ini tidak hanya sebagai pusat edukasi sejarah, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal.
“Nantinya, kawasan ini akan menjadi magnet wisata baru. Kita bicara tentang potensi munculnya UMKM baru, mulai dari pusat suvenir khas Bogor, wisata kuliner, hingga kafe yang mampu menyerap tenaga kerja. Orang datang ke Bogor tidak hanya untuk jalan-jalan, tapi pulang membawa ilmu sejarah,” pungkas Dedie. (DR).
