KOTA BOGOR – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bogor 2024, minimnya sosialisasi terkait calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor menjadi perhatian masyarakat.
Salah satu pengunjung Taman Sempur, Isah (51), warga Katulampa, Bogor Timur, mengungkapkan bahwa hingga saat ini dirinya belum mengetahui siapa pasangan calon yang akan maju di Pilkada Kota Bogor Tahun 2024.
“Sampai saat ini saya belum tahu siapa Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor. Untuk visi dan misinya juga belum tahu, biasanya sudah tahu, namun sampai hari ini belum,” kata Ibu Isah kepada awak media, Ahad (6/10)
Menanggapi hal ini, anggota DPRD Kota Bogor dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Sugeng Teguh Santoso, turut mengkritisi kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah dan penyelenggara Pilkada.
Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan masyarakat kurang peduli dengan proses politik.
“Pertama, masyarakat kita memang tidak terlalu peduli dengan proses politik. Banyak yang abai dan merasa politik tidak menyentuh kehidupan mereka secara langsung,” ujar Sugeng usai menghadiri Deklarasi Pilkada Damai Kota Bogor Tahun 2024 di Taman Ekspresi Kota Bogor, Ahad (6/10)
Ia juga menambahkan, sosialisasi dan pendidikan politik sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya partisipasi politik khususnya Pilkada.
“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga tokoh masyarakat, agama, pemuda, dan wakil rakyat. Kita harus bersama-sama mendorong masyarakat untuk tidak alergi politik,” jelasnya.
Sugeng juga menilai bahwa pemerintah kurang berhasil dalam mensosialisasikan calon-calon serta proses politik kepada masyarakat.
“Kegagalan ini juga, mungkin merupakan dampak dari pemerintahan sebelumnya yang tidak berhasil menunjukkan pentingnya kontestasi politik.,” tandasnya. (DR)






