FaktaID.net – Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali mengadakan Standardisasi Dai Angkatan 37 pada Senin (24/2) lalu. Kegiatan ini mengusung tema peningkatan kualitas dakwah yang menyentuh berbagai aspek kehidupan, dengan menekankan pentingnya pendekatan Islam wasathiyah atau Islam moderat.
Ketua Komisi Dakwah MUI, Kiai Zubaidi, menegaskan bahwa dakwah harus dilakukan dengan sikap sopan dan santun agar pesan Islam yang damai dan moderat dapat tersampaikan dengan baik. Menurutnya, Islam wasathiyah tetap relevan di setiap zaman, terutama dalam menghadapi isu-isu kebangsaan dan persatuan.
“Para dai harus mampu menyesuaikan diri dengan isu-isu yang sedang berkembang, terutama yang berkaitan dengan masalah kebangsaan dan persatuan bangsa. Dakwah kita harus selalu relevan dengan mencari solusi atas permasalahan yang terjadi,” ujarnya kepada MUIDigital, Kamis (27/2), di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat.
Meskipun isu ancaman terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mulai mereda, Kiai Zubaidi menegaskan bahwa peran dai dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa tetap krusial.
“Dai harus terus berjuang dan berdakwah untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta menjelaskan bagaimana Islam memahami ideologi kebangsaan kita dan posisi NKRI sebagai dasar dalam berbangsa dan bernegara,” jelasnya.
