FaktaID.net – Produsen otomotif asal Jepang, Nissan Motor, berencana memangkas sekitar 11.000 karyawan tambahan. Dengan demikian, total pengurangan tenaga kerja yang direncanakan perusahaan mencapai 20.000 orang, atau sekitar 15 persen dari total karyawan global mereka.
“Rencana terbaru ini mengikuti pengumuman pada bulan November bahwa perusahaan akan mengurangi kemampuan produksi globalnya sebesar 20 persen dan memangkas 9.000 pekerja untuk membalikkan bisnisnya,” dilansir dari NHK, pada Senin (12/5).
Menurut sumber, langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) lanjutan ini diambil karena penurunan angka penjualan yang melebihi perkiraan.
Selain pengurangan tenaga kerja, Nissan juga mengambil langkah restrukturisasi lainnya. Perusahaan mengumumkan pada Jumat bahwa mereka akan membatalkan rencana pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik (EV) di Kota Kitakyushu, Jepang bagian barat. Selain itu, tiga pabrik di Thailand dan sejumlah lokasi lainnya juga akan ditutup.
Pengumuman resmi terkait langkah-langkah baru ini dijadwalkan pada konferensi pers yang akan digelar Selasa, bersamaan dengan rilis hasil bisnis terbaru perusahaan.
“Nissan memperkirakan kerugian bersih hingga 750 miliar yen, atau sekitar 5 miliar dolar, untuk tahun fiskal 2024, yang berakhir pada bulan Maret,” tutup NHK. (DR)
