Menu

Mode Gelap

Berita · 30 Okt 2025 WIB

Presiden Prabowo: Tidak Boleh Ada Mafia Dalam Pemerintah, Akan Dibongkar Sampai Akar


Dok. Sambutan Presiden Prabowo Subianto Dalam Pemusnahan Narkoba di Lapangan Bhayangkara, Rabu (29/10)/Foto: BPMI Setpres) Perbesar

Dok. Sambutan Presiden Prabowo Subianto Dalam Pemusnahan Narkoba di Lapangan Bhayangkara, Rabu (29/10)/Foto: BPMI Setpres)

FaktaID.net – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa integritas adalah fondasi utama dalam membangun bangsa yang maju dan berdaulat. Dalam arahannya, Presiden menyoroti pentingnya menutup kebocoran kekayaan negara serta memberantas mafia yang masih bercokol di sistem pemerintahan.

Kepala Negara menggambarkan negara sebagai tubuh yang hidup, di mana kekayaan dan sumber daya alam menjadi darah yang menjaga keberlangsungan bangsa.

Dalam sambutannya pada acara pemusnahan barang bukti narkoba di Lapangan Bhayangkara, Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri), Jakarta, Rabu (29/10), Presiden Prabowo menekankan bahwa pengelolaan sumber daya harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh rakyat.

Baca Juga :  Kasus Korupsi Proyek Jalan di Sumut, KPK Geledah Sejumlah Lokasi

“Kalau sumber daya kita bocor, darah kita hilang. Kalau hilangnya terus-menerus, tahun-tahun-tahun, bertahun-tahun, berdekade-dekade, sudah pasti tidak usah orang pinter, tidak usah S3, untuk di ujungnya kita akan gagal sebagai suatu bangsa,” tegas Presiden Prabowo.

Presiden juga menjelaskan bahwa prioritas awal pemerintahannya adalah mengidentifikasi dan mengamankan sumber kekayaan nasional agar tidak terus mengalir ke luar negeri. Ia menegaskan perlunya kolaborasi lintas lembaga serta semangat gotong royong dalam menegakkan hukum dan menyejahterakan rakyat.

“Kalau sistemnya salah, kita harus berani memperbaiki dan tidak boleh ada, pemerintah dalam pemerintah, tidak boleh ada mafia dalam pemerintahan. Tidak boleh ada orang pinter yang berada di dalam pemerintahan merasa dia bisa mengakali,” ujar Presiden.

Baca Juga :  Contraflow Tol Cikampek Dimulai Hari Ini

Menurutnya, praktik mengakali pemimpin politik dan rakyat adalah bentuk pengkhianatan terhadap negara. Ia menegaskan bahwa siapa pun yang masih menyalahgunakan sistem untuk mencuri uang rakyat akan dibongkar hingga ke akar-akarnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya persatuan nasional sebagai kunci kebangkitan Indonesia.

“Sekarang Indonesia harus berani, punya cara kita sendiri. Kita demokrasi iya, berbeda partai boleh, bersaing, pilkada, pilpres bersaing tidak ada masalah. Sesudah bersaing ya jadi satu, kerja sama, bahu-membahu,” tegas Presiden Prabowo.

Baca Juga :  BI Berhentikan 3 Pejabat Yang Jadi Komisaris Bank BUMN

Presiden menutup sambutannya dengan menyerukan agar seluruh elemen bangsa bersatu dalam semangat kerja sama dan integritas, demi terwujudnya Indonesia yang kuat, berdaulat, dan sejahtera. (DR)

Artikel ini telah dibaca 12 kali

Avatar badge-check

Editorial Team

Baca Lainnya

Prajurit TNI Temukan Enam Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

22 Januari 2026 - 18:21 WIB

Prajurit TNI Temukan Enam Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

Hari Kelima Pencarian, Tim SAR Gabungan Temukan Black Box Pesawat ATR 42-500

22 Januari 2026 - 08:32 WIB

Hari Kelima Pencarian, Tim SAR Gabungan Temukan Black Box Pesawat ATR 42-500

Kejaksaan Agung Periksa Kajari Sampang Terkait Laporan Masyarakat

21 Januari 2026 - 18:15 WIB

Kejaksaan Agung Periksa Kajari Sampang Terkait Laporan Masyarakat

Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Pelanggar Aturan

21 Januari 2026 - 08:21 WIB

Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Pelanggar Aturan

KPK Gelar OTT di Pati, Bupati Sudewo Diamankan

19 Januari 2026 - 20:59 WIB

KPK Gelar OTT di Pati, Bupati Sudewo Diamankan

KPK OTT Wali Kota Madiun, 9 Orang Dibawa ke Jakarta

19 Januari 2026 - 16:52 WIB

KPK OTT Wali Kota Madiun, 9 Orang Dibawa ke Jakarta
Trending di Berita