Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 4 Jul 2025 WIB

Rupiah Ditutup Melemah, Bank Indonesia Ungkap Perkembangan Stabilitas Nilai Tukar


Dok. Ilustrasi/BI) Perbesar

Dok. Ilustrasi/BI)

FaktaID.net – Bank Indonesia (BI) merilis perkembangan terbaru indikator stabilitas nilai Rupiah, merujuk pada kondisi perekonomian global dan domestik terkini. Laporan ini dirilis pada 4 Juli 2025 dan mencakup data pergerakan nilai tukar serta arus modal asing selama awal Juli 2025.

Dalam laporan tersebut, BI menyampaikan bahwa, “Pada akhir hari Kamis, 3 Juli 2025 Rupiah ditutup pada level (bid) Rp16.185 per dolar AS.” Sementara itu, “Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun turun ke 6,59%.”

Pada saat yang sama, “DXY menurun ke level 97,18” dan “Yield UST (US Treasury) Note 10 tahun naik ke 4,346%.”

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tegaskan Pasal 33 UUD 1945 Jadi Landasan Pembangunan Ekonomi Nasional

Memasuki hari berikutnya, BI mencatat bahwa, “Pada pagi hari Jumat, 4 Juli 2025 Rupiah dibuka pada level (bid) Rp16.200 per dolar AS.” Sedangkan “Yield SBN 10 tahun stabil di 6,60%.”

Selain perkembangan nilai tukar, BI juga melaporkan aliran modal asing selama minggu pertama Juli 2025. Disebutkan bahwa, “Premi CDS Indonesia 5 tahun per 3 Juli 2025 sebesar 74,60 bps, turun dibanding dengan 27 Juni 2025 sebesar 77,60 bps.”

Lebih lanjut dijelaskan, “Berdasarkan data transaksi 30 Juni – 3 Juli 2025, nonresiden tercatat beli neto sebesar Rp10,79 triliun, terdiri dari jual neto sebesar Rp2,31 triliun di pasar saham, dan Rp2,04 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), serta beli neto sebesar Rp15,14 triliun di pasar SBN.”

Baca Juga :  Saham PT Medela Potentia Tbk (MDLA) Resmi Tercatat di BEI, Jadi Emiten ke-13 Tahun Ini

Sepanjang tahun berjalan hingga awal Juli, BI mencatat bahwa, “Selama tahun 2025, berdasarkan data setelmen s.d. 3 Juli 2025, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp52,95 triliun di pasar saham dan Rp34,72 triliun di SRBI, serta beli neto sebesar Rp53,07 triliun di pasar SBN.”

Bank Indonesia menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. “Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia,” tutup laporan tersebut. (MS)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Avatar badge-check

Editorial Team

Baca Lainnya

Kapolri Awasi Saham Gorengan, Polri Perketat Pengawasan Pasar Modal

11 Februari 2026 - 10:25 WIB

Kapolri Awasi Saham Gorengan, Polri Perketat Pengawasan Pasar Modal

Pemerintah Tegaskan Penegakan Hukum, Tak Ada Ruang bagi Saham Gorengan di Bursa

31 Januari 2026 - 08:27 WIB

Pemerintah Tegaskan Penegakan Hukum, Tak Ada Ruang bagi Saham Gorengan di Bursa

Ground Breaking Pabrik Pengolahan Kelapa Menjadi Bahan Baku Bioavtur di Banyuasin

21 Januari 2026 - 06:52 WIB

Ground Breaking Pabrik Pengolahan Kelapa Menjadi Bahan Baku Bioavtur di Banyuasin

BI: Inflasi IHK 2025 Terkendali di Kisaran Sasaran 2,5±1 Persen

6 Januari 2026 - 07:43 WIB

BI: Inflasi IHK 2025 Terkendali di Kisaran Sasaran 2,5±1 Persen

BPS Catat Produksi Jagung Nasional 2025 Naik 6,44 Persen

6 Januari 2026 - 07:21 WIB

BPS Catat Produksi Jagung Nasional 2025 Naik 6,44 Persen

BI: Neraca Perdagangan Indonesia November 2025 Surplus 2,66 Miliar Dolar AS

5 Januari 2026 - 19:18 WIB

BI: Neraca Perdagangan Indonesia November 2025 Surplus 2,66 Miliar Dolar AS
Trending di Ekonomi