FaktaID.net – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi langkah Polri dalam mendampingi para petani pada panen raya jagung serentak kuartal III yang digelar di Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, pada Sabtu (27/9).
“Saya selaku pribadi dan Ketua Komisi IV DPR RI kembali menyampaikan apresiasi kepada Kapolri dan seluruh jajarannya yang telah berusaha dengan niat dan serius mendampingi para petani, sehingga di masa depan para petani jagung tidak lagi khawatir akan hasil panennya,” ujar Titiek Soeharto.
Menurutnya, peran Polri di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya sebatas melakukan pemantauan, tetapi juga memberi pendampingan dengan cara yang lebih humanis. Ia menegaskan, Polri bisa berperan penting dalam memberikan edukasi serta asistensi bagi petani.
“Dengan cara ini saya yakin Polri dapat membantu membebaskan petani dari praktek curang tengkulak, menjamin kestabilan harga jagung, memberikan kesempatan distribusi dan penyerapan hasil panen yang selama ini sering menjadi keluhan petani,” jelasnya.
Kapolri Targetkan Panen 751 Ribu Ton
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang memimpin langsung panen raya ini menyampaikan bahwa kegiatan dilakukan di 166.512 hektare lahan dengan estimasi hasil 751.442 ton hingga akhir September.
“Pada panen jagung kuartal ketiga ini kita akan laksanakan di luas lahan seluas 166.512 hektare, dengan estimasi hasil panen sebanyak 751.442 ton yang akan kita laksanakan sampai dengan akhir bulan September,” kata Kapolri.
Untuk wilayah OKU Timur, panen dilakukan di lahan 52 hektare. Sementara secara nasional, panen digelar di 1.288 hektare dengan target 7.153 ton. Dari jumlah itu, sebanyak 1.765 ton jagung akan diserap Bulog, termasuk 614 ton dari Sumsel dan 100 ton khusus dari OKU.
“Khususnya hari ini, kita akan memberangkatkan sebanyak 1.765 ton jagung untuk diserap Bulog dan khusus di Provinsi Sumsel sebanyak 614 ton dan 100 ton dari Oku akan kita prioritaskan ke Bulog,” ungkapnya.
Perkuat Ekosistem Pertanian
Kapolri juga menegaskan pentingnya penguatan ekosistem pertanian melalui koperasi. Menurutnya, hal ini dapat memotong rantai tengkulak sekaligus menjamin stabilitas harga jagung.
“Terlebih saat ini, Bapak Presiden telah mencanangkan program kooperasi merah-putih yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia,” tambah Kapolri.
Hingga kini, Polri tercatat mengelola lahan 819.081 hektare, dengan 483.822 hektare di antaranya sudah ditanami. Selain itu, sudah terbentuk 46.076 kelompok tani dengan total anggota 858.924 petani di seluruh Indonesia.
“Kami tegaskan bahwa komitmen Polri tidak pernah surut dalam mendukung dan mengawal seluruh agenda pemerintah, termasuk dalam mewujudkan cita-cita mulia untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” tegas Kapolri.
Acara panen raya turut dihadiri Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran, serta Direktur Utama Perum Bulog, Letnan Jenderal TNI Ahmad Rizal Ramadhani. (DR)
