FaktaID.net – Tentara Nasional Indonesia terus memperlihatkan komitmennya dalam mempercepat pemulihan akses transportasi pascabencana di sejumlah wilayah, khususnya Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Upaya tersebut dilakukan dengan mengerahkan prajurit untuk melakukan pemasangan Jembatan Bailey sebagai solusi darurat penghubung wilayah yang terdampak, Kamis (4/12).
Di Aceh, pembangunan jembatan difokuskan pada dua titik, yaitu Teupin Reudup di Desa Awe Getah, Kabupaten Bireuen, serta kawasan Jalan Putra Beutong, Krueng Pase, Kabupaten Aceh Utara. Saat ini pengerjaan meliputi perakitan panel dan gelagar utama, dengan pemasangan mencapai 10 petak dan progres sekitar 50 persen.
Di Sumatera Utara, jajaran Kodam I/Bukit Barisan juga tengah menyiapkan pembangunan Jembatan Bailey di Sungai Anggoli, Desa Anggoli, Kabupaten Tapanuli Tengah. Jembatan dengan bentang 33 meter itu masih menunggu kelengkapan material yang sedang dalam proses pengiriman ke lokasi.
Adapun di Sumatera Barat, terdapat delapan titik prioritas pembangunan Jembatan Bailey yang menjadi jalur vital bagi mobilitas warga. Titik tersebut meliputi kawasan Malalo dan Subayang pada ruas Sp. Ganting Payo–Batas Tanah Datar–Sumani, Jembatan Luhuang Lubuk Basung–Sungai Limau, Jembatan Sikabau di Kabupaten Pasaman Barat, Jembatan Sini Air Balai Satu Malalak Selatan di Kabupaten Agam, Jembatan Sungai Lasi di Kabupaten Pasaman, Jembatan Aia Taganang Matur di Kabupaten Agam, serta Jembatan Bawah Kubang di Kabupaten Solok.
Kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan berbagai unsur terkait terus dioptimalkan guna memastikan pembangunan berjalan cepat, tepat, dan aman. Dengan berfungsinya jembatan-jembatan darurat tersebut, akses masyarakat diharapkan kembali normal sehingga aktivitas sosial dan ekonomi dapat pulih lebih cepat. (DR)
