Dalam pelaksanaannya, Tol Layang MBZ sempat ditutup sementara selama sekitar satu setengah jam untuk mendukung optimalisasi rekayasa lalu lintas. Setelah tahapan contraflow selesai, jalur kembali dibuka dan arus kendaraan berangsur normal.
“(Tol) MBZ tadi (Kamis 19 Maret 2026) kita tutup hampir 1 setengah jam. Karena langkah-langkah daripada contraflow sudah selesai ya tentunya kita buka lagi, dan alhamdulillah sekarang lancar. Sudah lancar ya,” ungkap Irjen Agus.
Selain itu, Korlantas Polri juga mencatat tren positif pada aspek keselamatan. Hingga Kamis (19/3), angka kecelakaan lalu lintas menurun sebesar 2,8 persen, sementara fatalitas korban meninggal dunia turun signifikan hingga 40 persen.
“Kami sampaikan bahwa peristiwa kecelakaan juga turun 2,8% per hari ini (Kamis 19 Maret 2026). Tetapi fatalitas korban yang meninggal dunia itu turun 40%. Jadi masih bagus, moga-moga sampai akhir Operasi Ketupat masih bisa kita pertahankan,” ucapnya.
Di akhir pernyataannya, ia mengimbau para pemudik untuk tetap berhati-hati selama perjalanan, menjaga konsentrasi, serta mematuhi aturan lalu lintas meski puncak arus telah terlewati.
“Dan kami mengharapkan untuk rekan-rekan pemudik agar memang harus hati-hati, harus sabar. Puncak arus sudah kita lalui, tinggal sekian persen nanti kita tunggu untuk kita amankan,” pungkasnya. (DR)






