FaktaID.net — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memangkas birokrasi yang rumit di sektor pertanian dan menyalurkan manfaat anggaran negara secara langsung kepada masyarakat, khususnya para petani.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Panen Raya Nasional yang digelar serentak di 14 provinsi sentra produksi padi, dengan pusat acara di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jati 7, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Senin (7/4).
Dalam acara tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan bahwa penyederhanaan proses perizinan dan distribusi pupuk menjadi salah satu kebijakan yang paling dirasakan manfaatnya oleh para petani.
“Sebelumnya distribusi pupuk membutuhkan tanda tangan 12 menteri, 38 gubernur, dan 500 wali kota/bupati se-Indonesia sebelum sampai ke petani. Sekarang, berkat Inpres dari Bapak Presiden, jalurnya dipangkas. Dari Menteri Pertanian langsung ke pabrik, dan pabrik langsung ke Gapoktan,” ungkap Mentan Amran.
Menanggapi hal itu, Presiden Prabowo menyatakan bahwa pemerintahannya akan terus mendorong efisiensi penggunaan anggaran, memotong jalur distribusi yang panjang, serta menekan praktik korupsi di seluruh lini pemerintahan.
