FaktaID.net — Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan tegas kepada seluruh pejabat negara dalam pidatonya pada upacara peringatan 80 tahun Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (2/6).
Dalam pidatonya, Presiden menekankan pentingnya integritas dan kesetiaan kepada negara bagi para pejabat di semua lini pemerintahan.
“Untuk kesekian kali di tempat yang bersejarah ini, atas nama rakyat Indonesia, saya memperingati semua unsur, di semua lembaga, segera benah diri, segera bersihkan diri, karena negara akan bertindak,” tegas Presiden Prabowo.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan terhadap mereka yang melanggar aturan dan tidak menunjukkan loyalitas terhadap negara.
“Negara kita kuat. Mereka-mereka yang tidak setia kepada negara akan kita singkirkan dengan tidak ragu-ragu, tanpa memandang bulu, tanpa melihat keluarga siapa, dari partai mana, suku mana. Yang tidak setia kepada negara, yang melanggar Undang-Undang Dasar, akan kita tindak,” ujarnya.
Presiden juga mengkritik penggunaan Pancasila yang hanya sebatas retorika. Menurutnya, nilai-nilai luhur bangsa harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
“Jangan Pancasila menjadi mantra, Pancasila hanya menjadi slogan. Kekayaan bangsa Indonesia besar. Harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Semua penyelewengan, semua kebocoran, hari ini berhenti,” katanya dengan nada tegas.
Prabowo menutup pidatonya dengan seruan agar para pejabat negara yang tidak mampu menjalankan tugas segera mengundurkan diri. “Semua pejabat yang tidak mampu melaksanakan tugas, lebih baik mundur sebelum saya berhentikan,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa kekuatan bangsa di tengah tantangan global hanya bisa dicapai melalui persatuan dan pemberantasan korupsi.
“Saya percaya dan saya yakin, pada saat sekarang ini, di mana bangsa Indonesia di tengah tantangan global, kita harus kuat. Kekuatan kita hanya akan datang kalau kita kompak bersatu,” ujar Presiden.
“Kita bisa, negara kita kuat, kalau kita bersih dari penyelewengan, korupsi, manipulasi, dan penipuan,” pungkasnya. (DR)
