Di lapangan, petugas terus memberikan pendampingan kepada penumpang serta menyampaikan informasi terkini terkait penanganan gangguan. Hal ini dilakukan agar pelanggan tetap merasa aman dan nyaman selama proses evakuasi berlangsung.
Untuk menjaga kelancaran operasional secara keseluruhan, KAI menerapkan rekayasa pola operasi pada sejumlah perjalanan kereta api. Beberapa perjalanan bahkan harus dibatalkan sepenuhnya, di antaranya KA Sawunggalih, KA Taksaka, KA Purwojaya, serta KA Joglosemarkerto.
Selain itu, KAI juga memberlakukan pembatalan sebagian relasi dan skema pertukaran rangkaian (wet-overstappen) pada lintas Prupuk–Purwokerto untuk sejumlah kereta seperti KA Kamandaka, KA Sawunggalih, dan KA Purwojaya, serta pembatalan sebagian lintas untuk KA Ranggajati.
Tidak hanya itu, sejumlah kereta api jarak jauh dialihkan rutenya. KA Argo Semeru, Gayabaru Malam Selatan, Progo, dan Senja Utama YK dialihkan melalui lintas Kroya–Bandung–Cikampek. Sementara KA Bima, Manahan, dan Jakatingkir dialihkan melalui jalur utara via Semarang.
“KAI memahami bahwa gangguan ini berdampak pada agenda perjalanan para pelanggan, sehingga petugas dari unit jalan rel, jembatan, serta sarana terus bekerja di titik anjlokan guna memastikan kelaikan jalur dapat segera terpenuhi sesuai standar keselamatan tinggi,” tutup Anne. (DR)






