FaktaID.net – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mendorong Dinas Pendidikan (Disdik) bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menyiapkan program sekolah bebas perundungan di seluruh wilayah Jakarta. Langkah ini ditujukan untuk memastikan lingkungan belajar yang aman dan terlindungi bagi para siswa.
Pramono menekankan pentingnya pencegahan perundungan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
“Saya sudah meminta kepada Dinas Pendidikan bekerja sama dengan jajaran terkait, terutama untuk konseling, untuk merumuskan bahwa bullying jangan sampai terjadi kembali di wilayah Jakarta,” ujarnya, Kamis (20/11).
Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang melakukan perundungan, dengan target menghilangkan kasus tersebut di seluruh sekolah di ibu kota.
“Saya memang berkeinginan bahwa bullying atau perundungan tidak terjadi di Jakarta,” tegasnya.
Selain menangani isu perundungan, Pramono juga menyampaikan bahwa Disdik sedang menyiapkan kebijakan untuk membatasi akses pelajar terhadap konten radikal di media sosial.
Menurutnya, langkah ini dibahas bersama KPAI dan sejumlah lembaga lain untuk memastikan pendekatan yang mendalam dan komprehensif.
“Saya berkeinginan untuk membahas ini, tentunya harus dalam. Harus secara substansi, secara mendalam, bisa mengatasi persoalan yang ada,” imbuhnya.
Pramono menambahkan bahwa beberapa negara maju sudah mulai membatasi akses media sosial bagi pelajar karena platform tersebut sangat terbuka dan rawan disalahgunakan. Ia memastikan Pemprov DKI masih melakukan kajian sebelum menerapkan kebijakan serupa.
“Tetapi sekali lagi, kami akan mengkaji lebih dalam, dan untuk itu nanti pada saatnya pasti akan kami sampaikan,” tandasnya. (DR)
