Selama operasi berlangsung, berbagai rekayasa lalu lintas telah diterapkan, mulai dari sistem one way nasional, one way lokal presisi, hingga contraflow. Kebijakan tersebut diberlakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi di lapangan.
“Dengan manajemen rekayasa lalu lintas yang terukur, arus mudik dan arus balik dapat dikelola dengan baik meskipun volumenya tinggi,” jelasnya.
Dari sisi keselamatan, Operasi Ketupat 2026 mencatat hasil positif. Angka fatalitas kecelakaan mengalami penurunan hingga 30,89 persen, sementara jumlah kejadian kecelakaan turun sebesar 5,75 persen dibanding periode sebelumnya.
Agus turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan. Ia menekankan bahwa kedisiplinan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus mudik dan balik, serta menilai sinergi antara aparat dan masyarakat berjalan efektif.
“Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan. Negara hadir untuk memastikan perjalanan mudik dan balik berjalan aman, nyaman, dan penuh makna,” pungkasnya. (DR)






