FaktaID.net – Persija Jakarta harus menelan kekalahan pahit saat menjamu Arema FC di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Ahad (9/3) malam. Skuad Macan Kemayoran takluk dengan skor 1-3 setelah bermain dengan sembilan pemain sejak babak pertama.
Dua kartu merah yang diterima Maciej Gajos pada menit ke-22 dan Gustavo Almeida pada menit ke-34 menjadi titik balik laga. Wasit Steven Yubel Poli mengusir keduanya setelah meninjau VAR, membuat Persija harus bertahan dengan sembilan pemain hampir sepanjang laga.
Meski dalam kondisi sulit, Persija justru mampu mencuri keunggulan lebih dulu. Tendangan lambung spektakuler Rizky Ridho dari tengah lapangan pada menit ke-62 sukses menjebol gawang Arema. Namun, keunggulan itu tak bertahan lama.
Arema langsung membalas lewat tiga gol dalam kurun waktu delapan menit, masing-masing dicetak oleh Gildson Pablo (65’), Dalberto Luan (67’), serta gol bunuh diri Muhammad Ferarri (73’).
Pelatih Persija, Carlos Pena, mengungkapkan kesulitan timnya dalam pertandingan ini. Menurutnya, bermain dengan sembilan pemain selama lebih dari 70 menit adalah tantangan yang hampir mustahil.
“Analisis dalam sepak bola itu mudah, tetapi bermain dengan sembilan pemain selama 70 menit sangat sulit, hampir mustahil,” kata Pena dalam konferensi pers usai laga.
Meski begitu, ia tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang sempat unggul lebih dulu sebelum akhirnya kebobolan tiga gol secara beruntun.
Pena juga mengomentari keputusan wasit yang memberikan dua kartu merah kepada pemainnya. Ia mengakui bahwa kartu merah Gustavo Almeida memang layak diberikan, tetapi keputusan mengusir Maciej Gajos dianggapnya kurang adil.
“Menurut saya, kartu merah Gustavo itu adil, itu kesalahan pemain saya. Tetapi kartu merah Gajos tidak 100% tepat. Dia hanya berusaha mengoper bola dan tanpa sengaja menginjak kaki lawan,” ujarnya. (GL)






