FaktaID.net – Dua prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian yang dibentuk PBB di Lebanon (UNIFIL) dilaporkan gugur pada Senin (30/3), setelah sebuah ledakan menghantam konvoi logistik milik UNIFIL.
Pasukan Perdamaian Bukan Target Serangan, ujar Kepala Operasi Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, memberikan pernyataan resmi terkait situasi ini di Markas Besar PBB, New York.
Ia menegaskan bahwa UNIFIL tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan kronologi peristiwa tersebut.
“Kami mengutuk keras insiden yang tidak dapat diterima ini. Pasukan penjaga perdamaian tidak boleh sekalipun menjadi target serangan,” tegas Lacroix kepada jurnalis dalam pengarahan pers di Markas Besar PBB. dikutip dari situs web PBB.
Lacroix juga mengungkapkan keprihatinan mendalam atas meningkatnya perilaku agresif yang menargetkan personel UNIFIL dalam beberapa hari terakhir.
Meski berada dalam kondisi yang sangat berbahaya, ia memastikan pasukan PBB tetap bersiaga di lapangan untuk menjalankan mandat Dewan Keamanan.
Ketegangan di Timur Tengah dilaporkan terus meningkat pasca aksi saling balas serangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dalam sebulan terakhir.






