FaktaID.net — Wakil Menteri Luar Negeri Iran Bidang Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi, menggelar pertemuan dengan sejumlah duta besar negara asing di Teheran untuk memaparkan langkah terbaru pemerintahnya terkait upaya mengakhiri konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Dalam pertemuan yang berlangsung pada Sabtu tersebut, Gharibabadi menjelaskan proposal terbaru Iran yang ditujukan untuk menghentikan perang dan agresi yang disebut dilakukan oleh Amerika Serikat serta rezim Zionis Israel.
Ia menegaskan bahwa Iran secara konsisten mengedepankan diplomasi yang berlandaskan kepentingan nasional dalam menyelesaikan berbagai persoalan internasional. Namun demikian, Iran juga menyatakan kesiapan penuh untuk merespons secara tegas setiap bentuk agresi terhadap rakyat maupun wilayahnya.
Menurut Gharibabadi, Iran telah menyerahkan proposal tersebut kepada Pakistan yang berperan sebagai mediator dalam negosiasi dengan Amerika Serikat. Proposal itu bertujuan untuk mengakhiri konflik secara permanen.
“Bola kini berada di tangan AS untuk memilih: menempuh jalur diplomasi atau melanjutkan pendekatan konfrontasional.” ungkapnya dikutip dari Kantor Berita Iran, IRNA, Ahad (3/5).
Ia menambahkan, Iran siap menghadapi segala kemungkinan, baik melalui jalur diplomasi maupun konfrontasi, demi menjaga kepentingan nasional dan keamanan negara.
Meski demikian, Iran tetap memandang Amerika Serikat dengan sikap pesimisme dan ketidakpercayaan, mengingat rekam jejak yang dinilai sarat pengkhianatan dalam proses diplomasi sebelumnya.
Sebelumnya, duta besar Tiongkok dan Rusia juga telah menggelar pertemuan trilateral bersama Gharibabadi untuk membahas draf teks baru yang telah diserahkan kepada Pakistan pada Kamis malam.
Dalam perkembangan sebelumnya, gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat dimulai pada 7 April. Selanjutnya, pada 11 April, kedua pihak menggelar perundingan di Islamabad dengan mediasi Pakistan. Namun, pembicaraan tersebut berakhir tanpa menghasilkan terobosan yang signifikan. (DR)






