Transisi Demografi Global Menguat, Indonesia Dikejar Target Jadi Kekuatan Ekonomi Dunia

Redaksi
Transisi Demografi Global Menguat, Indonesia Dikejar Target Jadi Kekuatan Ekonomi Dunia
Dok. Ilustrasi.

FaktaID.net – Indonesia dikejar target menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia di tengah tantangan besar pergeseran struktur usia penduduk, seiring proyeksi negara ini memasuki fase “aged society” pada 2031. Pemerintah pun didorong mengoptimalkan bonus demografi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan sistem perlindungan sosial.

Sidang Komisi Kependudukan dan Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-59 menyoroti tantangan besar yang dihadapi berbagai negara akibat pergeseran struktur usia penduduk. Forum ini menekankan pentingnya adaptasi kebijakan nasional, baik untuk menghadapi populasi yang menua maupun mengoptimalkan potensi generasi muda.

Baca Juga :  Presiden Prabowo dan PM Malaysia Bahas Dampak Tarif Impor AS dan Bantuan untuk Myanmar

Dalam sidang tersebut, sejumlah negara memaparkan kondisi demografi yang kontras, mulai dari ledakan populasi usia muda hingga penuaan penduduk yang cepat.

Di kawasan Afrika, khususnya Uganda, tantangan utama datang dari dominasi penduduk usia muda. Usia median penduduk di negara tersebut berada di kisaran 18–19 tahun. Perwakilan Otoritas Perencanaan Nasional Uganda, Hamis Mugendawala, mengungkapkan bahwa populasi negaranya berlipat ganda setiap 23 tahun.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Salurkan 1.098 Sapi Kurban Idul Adha 1447 Hijriah

Selain itu, tingginya angka pernikahan dini turut memperparah kondisi. Fenomena kelahiran di usia sangat muda berdampak pada sektor pendidikan dan ekonomi. Bahkan, terdapat kasus ekstrem di mana seorang perempuan telah menjadi nenek pada usia 27 tahun. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Uganda mendorong investasi besar pada program mata pencaharian pemuda serta memperkuat regulasi pencegahan pernikahan dini.

Berbeda dengan Afrika, Polandia justru menghadapi percepatan penuaan penduduk. Pakar demografi Agnieszka Chłoń-Domińczak menjelaskan bahwa negaranya mengalami tingkat fertilitas yang sangat rendah di tengah meningkatnya harapan hidup.