Ia menambahkan bahwa pelayanan kepada jemaah tak cukup hanya mencakup aspek logistik seperti konsumsi, transportasi, dan akomodasi, tetapi juga pembinaan ibadah secara menyeluruh.
“Boleh jadi makanan, hotel, dan kendaraan kita siapkan dengan baik. Tapi kalau rukunnya tidak dikerjakan atau syarat hajinya tidak terpenuhi, maka ibadahnya bisa tidak sah. Ini yang harus kita jaga,” tegasnya.
Menag menambahkan, keberadaan Amirul Haj membawa misi strategis untuk memastikan seluruh layanan haji bagi jemaah Indonesia berjalan optimal, baik dari sisi pelayanan teknis maupun bimbingan spiritual.
“Sebelum berangkat, kami sudah lakukan pertemuan internal, briefing kepada anggota Amirulhaj. Kami tegaskan bahwa pelayanan jemaah bukan hanya logistik dan fasilitas, tapi juga pemahaman mendalam tentang rukun dan syarat ibadah,” ujar Menag.
Ia pun mengajak seluruh jemaah dan petugas haji untuk tak lupa mendoakan keselamatan dan kemajuan bangsa.
“Semoga semua jemaah menjadi haji yang makbul dan mabrur. Dan para petugas bisa menjalankan amanah dengan baik,” kata Menag.
“Jangan lupa juga mendoakan bangsa Indonesia. Kita doakan Presiden kita Bapak Prabowo bersama aparat-aparat Indonesia, pelayan masyarakat agar bisa memberikan pelayanan terbaik, mampu menggapai cita-cita luhur yang telah digariskan pendiri bangsa,” tutup Menag. (*)






