Sementara itu, kelompok volatile food mencatat inflasi sebesar 1,58 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 2,50 persen (mtm). Secara tahunan, inflasi kelompok ini mencapai 4,24 persen (yoy), turun dari 4,64 persen (yoy).
BI mengungkapkan, “Inflasi kelompok volatile food disumbang terutama oleh komoditas daging ayam ras, beras, dan telur ayam ras seiring dengan peningkatan permintaan selama periode HBKN Idulfitri.”
Untuk ke depan, BI memperkirakan inflasi volatile food tetap terkendali berkat sinergi pengendalian inflasi melalui TPIP dan TPID serta penguatan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).
Di sisi lain, kelompok administered prices mengalami inflasi sebesar 0,31 persen (mtm), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 0,03 persen (mtm). Secara tahunan, inflasi kelompok ini tercatat sebesar 6,08 persen (yoy), menurun dari 12,66 persen (yoy).
“Inflasi terutama disumbang oleh komoditas bensin dan tarif angkutan antarkota seiring dengan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dan peningkatan mobilitas pada periode HBKN Idulfitri,” demikian disampaikan BI.
Secara keseluruhan, perkembangan inflasi Maret 2026 menunjukkan stabilitas harga yang tetap terjaga di tengah peningkatan permintaan selama momentum Idulfitri. (MS)






