JAKARTA – Juru bicara Presiden Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto di ruang publik dan salah satunya di acara Harlah NU adalah sebuah peringatan keras.
“Beberapa peringatan Pak @prabowo terkait, yang disampaikan di ruang publik, tadinya adalah konsumsi terbatas. Namun, kini beliau sampaikan terbuka. Bila itu dalam bentuk formal, itu bisa bermakna SP 1, dan SP2. Dan, diwaktu yang beliau inginkan pasti ada langkah final yakni SP 3,” tulis Dahnil dalam akun X-nya yang dikutip, Jumat (6/2)
Menurutnya, sinyalemen serupa juga disampaikan oleh Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. “Sinyalemen serupa ditunjukkan melalui pernyataan Ketua Harian @Gerindra @bang_dasco,” lanjutnya
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan tekadnya untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan akan bertindak tegas terhadap siapa pun yang mencoba menghalangi kebijakan pro-rakyat.
“Saya mengajak mereka kita harus berani, berani mengoreksi diri, berani membangun suatu pemerintahan ke depan yang bersih, pemerintah yang bebas dari penyelewengan dan dari korupsi. Itu tekad kami,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-102 Nahdlatul Ulama (NU) di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (5/2),
Presiden juga memberikan peringatan keras kepada para pejabat negara dan aparat pemerintah yang tidak mau mengikuti arah kebijakan pemerintahannya.
Menurutnya, ia telah memberikan waktu dan peringatan yang cukup selama 100 hari pertama pemerintahannya.
“Siapa yang bandel, siapa yang dableg, siapa yang tidak mau ikut dengan aliran besar ini, tuntutan rakyat pemerintahan yang bersih, siapa yang tidak patuh, saya akan tindak,” tegasnya. (DR)






