“Saya juga mengundang Presiden Macron besok untuk bersama-sama meninjau pendidikan dan latihan kita di Akademi Militer di Magelang,” ungkapnya.
Di sektor ekonomi, kedua negara menyepakati perlunya penguatan hubungan dagang dan investasi yang lebih berimbang, serta dorongan agar perundingan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa dapat segera rampung.
“Kami juga meminta dukungan Prancis untuk mempercepat penyelesaian Indonesia–European Union CEPA, Comprehensive Economic Partnership Agreement. Dan kami terima kasih bahwa Presiden Macron menjanjikan mendukung keanggotaan kami tidak hanya di CEPA tapi juga di OECD,” kata Prabowo.
Kerja sama strategis antara Indonesia dan Prancis juga mencakup bidang transisi energi, ketahanan pangan, program makan bergizi gratis, sektor maritim, dan pendidikan.
“Di bidang pendidikan kami mendorong kolaborasi di berbagai sektor pendidikan dan juga kami telah mengajukan kepada pihak Prancis untuk bisa kita tingkatkan jumlah mahasiswa dan mahasiswi kita untuk belajar sains, engineering, dan kedokteran,” tutur Presiden Prabowo.
Pertemuan kedua pemimpin berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Presiden Prabowo pun menyampaikan rasa terima kasih atas undangan Presiden Macron untuk menghadiri perayaan Hari Bastille di Paris, termasuk keikutsertaan kontingen TNI dalam parade militer di sana.
“Saya terima kasih undangan tersebut, beliau juga undang kontingen dari TNI untuk ikut defile di sana jadi Menteri Pertahanan siapkan yang terbaik. Ini saya sampaikan terima kasih Presiden Macron, karena dulu kalau acara itu kalau saya di Paris saya nontonnya dari pinggir jalan,” ungkap Presiden Prabowo. (DR)
