Berita

Presiden Prabowo Tinjau TPST BLE Banyumas, Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular

Redaksi
×

Presiden Prabowo Tinjau TPST BLE Banyumas, Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Tinjau TPST BLE Banyumas, Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular
Dok. Presiden Prabowo Tinjau TPST BLE Banyumas/Foto: BPMI Setpres)

FaktaID.net – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berwawasan Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, Selasa (28/4).

Dalam peninjauan tersebut, Presiden melihat secara langsung alur pengolahan sampah dari tahap awal hingga akhir. Ia juga meninjau pemanfaatan teknologi yang digunakan untuk menekan volume sampah serta menghasilkan berbagai produk turunan yang bermanfaat.

TPST BLE Banyumas dinilai sebagai contoh nyata transformasi pengelolaan sampah modern yang mengusung prinsip ekonomi sirkular.

Baca Juga :  Bareskrim Polri Sita Aset PT Dana Syariah Indonesia, Nilainya Capai Rp300 Miliar

“Jadi ini saya kira sangat efektif, ya. Menjadi contoh untuk banyak provinsi, banyak kabupaten, bahkan dari negara lain ada yang ke sini,” ujar Presiden Prabowo kepada awak media usai peninjauan.

Presiden menambahkan, keberadaan TPST BLE merupakan bentuk inovasi dalam pengelolaan sampah yang patut diapresiasi. Ia menilai teknologi yang digunakan tidak terlalu kompleks, namun mampu memberikan hasil yang optimal.

“Sebagian besar produk lokal dan dalam satu rangkaian sistem, dari rumah tangga sampai ke kabupaten. Jadi ini saya kira sangat efektif, ya,” ujar Presiden Prabowo.

Baca Juga :  Sidang Isbat 1 Ramadhan 1446 H Digelar 28 Februari 2025, MUI Harap Puasa Dimulai Bersama

Fasilitas utama di TPST BLE meliputi pre shredder, tromol screen, mesin pencacah organik, alat pembersih sampah, hingga konveyor yang mendukung proses pemilahan dan pengolahan secara efisien.

Selain mengurangi timbunan sampah, TPST BLE juga menghasilkan berbagai produk turunan, seperti genteng plastik, paving berbahan plastik (manual dan injection), maggot segar, kasgot sebagai pupuk organik, serta bahan bakar alternatif berupa refuse-derived fuel (RDF).

Langkah ini menjadi bagian dari visi pemerintah dalam memperkuat ekonomi hijau dan mendorong kemandirian daerah melalui pengelolaan sumber daya berkelanjutan, dengan mengubah sampah dari persoalan menjadi peluang bernilai ekonomi. (DR)