Dalam operasi gabungan yang dilakukan secara profesional dan terukur, pasukan TNI berhasil mensterilkan wilayah Sugapa Lama dan Kampung Bambu Kuning dari keberadaan kelompok OPM pimpinan Daniel Aibon Kogoya, Undius Kogoya, dan Josua Waker. Sebanyak 18 anggota kelompok separatis dilaporkan tewas dalam baku tembak tersebut.
Selain itu, TNI turut mengamankan berbagai barang bukti, termasuk satu pucuk senjata organik AK-47, senjata rakitan, puluhan butir amunisi, busur dan anak panah, bendera Bintang Kejora, serta alat komunikasi.
Dansatgas Media Koops Habema, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono, menyebutkan bahwa seluruh personel TNI dalam kondisi lengkap dan aman pasca-operasi. Pasukan kini tetap bersiaga di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi kemungkinan pergerakan kelompok sisa.
Kelompok OPM diketahui kerap terlibat dalam berbagai aksi kekerasan terhadap warga sipil, termasuk pembakaran rumah, penyanderaan tenaga pendidik dan medis, serta sabotase terhadap proyek pembangunan.
Kapuspen TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi menegaskan bahwa operasi ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang TNI dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan Papua.
“TNI hadir bukan untuk menakut-nakuti rakyat, tetapi untuk melindungi mereka dari kekerasan dan intimidasi yang dilakukan kelompok bersenjata. Operasi ini dilakukan secara terukur, profesional, dan mengutamakan keselamatan warga sipil. Kami tidak akan membiarkan rakyat Papua hidup dalam ketakutan di tanah kelahirannya,” tegasnya di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta. (DR)
