Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 6 Jan 2026 WIB

BI: Inflasi IHK 2025 Terkendali di Kisaran Sasaran 2,5±1 Persen


Dok. Ilustrasi/Foto: FaktaID.net) Perbesar

Dok. Ilustrasi/Foto: FaktaID.net)

FaktaID.net – Bank Indonesia (BI) menyampaikan bahwa inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) sepanjang 2025 tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi IHK pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,64 persen secara bulanan (mtm), sehingga secara tahunan inflasi IHK 2025 mencapai 2,92 persen (yoy).

Dalam siaran pers BI yang dirilis Senin, 5 Januari 2026, disebutkan bahwa inflasi yang terjaga tersebut merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta kuatnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Inflasi yang tetap terjaga dalam kisaran sasarannya ini merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) dan penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional,” tulis BI.

Baca Juga :  Survei Perbankan Triwulan I 2025: Penyaluran Kredit Tumbuh Positif

Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi nasional akan tetap terkendali. “Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1% pada 2026 dan 2027,” demikian pernyataan BI.

Secara bulanan, inflasi IHK Desember 2025 tercatat lebih tinggi dibandingkan November 2025 yang sebesar 0,17 persen (mtm). Peningkatan inflasi tersebut terutama dipengaruhi oleh kenaikan pada kelompok volatile food dan administered prices, sementara inflasi inti relatif stabil.

“Inflasi IHK secara bulanan pada Desember 2025 meningkat dibandingkan inflasi November 2025 sebesar 0,17% (mtm),” jelas BI.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Turun Rp 6.000 per Gram, Dipengaruhi Penguatan Dolar AS

Inflasi kelompok inti tercatat sebesar 0,20 persen (mtm), relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan inflasi inti terutama dipengaruhi oleh komoditas emas perhiasan dan minyak goreng.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

Avatar badge-check

Editorial Team

Baca Lainnya

Indonesia dan AS Capai Agreement on Reciprocal Trade, Tarif Nol Persen untuk 1.819 Produk

21 Februari 2026 - 09:41 WIB

Indonesia dan AS Capai Agreement on Reciprocal Trade, Tarif Nol Persen untuk 1.819 Produk

US-Indonesia Business Summit 2026: Komitmen Investasi RI–AS Tembus USD 38,4 Miliar

20 Februari 2026 - 09:42 WIB

US-Indonesia Business Summit 2026: Komitmen Investasi RI–AS Tembus USD 38,4 Miliar

Kapolri Awasi Saham Gorengan, Polri Perketat Pengawasan Pasar Modal

11 Februari 2026 - 10:25 WIB

Kapolri Awasi Saham Gorengan, Polri Perketat Pengawasan Pasar Modal

Pemerintah Tegaskan Penegakan Hukum, Tak Ada Ruang bagi Saham Gorengan di Bursa

31 Januari 2026 - 08:27 WIB

Pemerintah Tegaskan Penegakan Hukum, Tak Ada Ruang bagi Saham Gorengan di Bursa

Ground Breaking Pabrik Pengolahan Kelapa Menjadi Bahan Baku Bioavtur di Banyuasin

21 Januari 2026 - 06:52 WIB

Ground Breaking Pabrik Pengolahan Kelapa Menjadi Bahan Baku Bioavtur di Banyuasin

BPS Catat Produksi Jagung Nasional 2025 Naik 6,44 Persen

6 Januari 2026 - 07:21 WIB

BPS Catat Produksi Jagung Nasional 2025 Naik 6,44 Persen
Trending di Ekonomi