Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 21 Jan 2026 WIB

Ground Breaking Pabrik Pengolahan Kelapa Menjadi Bahan Baku Bioavtur di Banyuasin


Ground Breaking Pabrik Pengolahan Kelapa Menjadi  Bahan Baku Bioavtur di Banyuasin Perbesar

FaktaID.net – PT Green Power Palembang (GPP) resmi menggelar acara peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan pabrik Crude Coconut Oil (CCO) yang akan digunakan sebagai bahan baku bioavtur. Pabrik tersebut berlokasi di Desa Muara Sungsang, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, pada Selasa (20/1).

Kegiatan ground breaking ini dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan, Bupati Banyuasin, serta perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Investasi dan Hilirisasi, serta sejumlah lembaga terkait lainnya.

Pembangunan pabrik CCO ini merupakan bagian dari kerja sama bisnis penyediaan bahan baku bioavtur yang diinisiasi oleh IJBNet. Proyek investasi tersebut akhirnya dapat direalisasikan setelah melalui proses feasibility study dan berbagai persiapan sejak tahun 2021.

Baca Juga :  Produksi Beras Nasional Melonjak, Mentan Amran Ungkap Pemyebabnya

Pabrik ini merupakan hasil kolaborasi antara Green Power Development Jepang (GPDJ), PT Amin sebagai mitra lokal, serta PT ABE Indonesia yang berkantor pusat di Jakarta.

“Alhamdulillah, hari ini kita dapat melakukan Ground Breaking pabrik CCO dari kelapa non-standar. Ini adalah pabrik CCO untuk bahan baku bioavtur yang pertama di dunia. Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari semua pihak, terutama Bapak Gubernur Sumatera Selatan, Bapak Bupati Banyuasin, Kemenko Perekonomian, Kemenperin, Bappenas, BKPM dan lainnya,” kata Suyoto, Ketua Umum IJBNet.

Pabrik CCO tersebut dibangun di atas lahan seluas 3 hektare dengan luas area pabrik mencapai 9.500 meter persegi. Pembangunan ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada April 2027. Kehadiran pabrik ini diperkirakan mampu menyerap lebih dari 500 tenaga kerja.

Baca Juga :  Ada Apa Muhammadiyah Tarik Dana Belasan Triliun Dari BSI

Dalam operasionalnya, fasilitas produksi ini ditargetkan menghasilkan 30.000 ton CCO per tahun atau sekitar 100 ton per hari. Nilai investasi tahap awal proyek ini mencapai Rp310 miliar.

Selain menciptakan lapangan kerja, proyek ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar secara langsung. Kawasan pabrik juga diperkirakan akan berkembang menjadi pusat industri baru, tidak hanya pengolahan CCO, tetapi juga pengembangan produk turunan kelapa lainnya yang memiliki nilai tambah ekonomi.

Tahap ground breaking ini menjadi bukti nyata bahwa program-program IJBNet dapat berjalan dengan baik dan sesuai target berkat soliditas pengurus serta dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak. (DR)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

Avatar badge-check

Editorial Team

Baca Lainnya

Indonesia dan AS Capai Agreement on Reciprocal Trade, Tarif Nol Persen untuk 1.819 Produk

21 Februari 2026 - 09:41 WIB

Indonesia dan AS Capai Agreement on Reciprocal Trade, Tarif Nol Persen untuk 1.819 Produk

US-Indonesia Business Summit 2026: Komitmen Investasi RI–AS Tembus USD 38,4 Miliar

20 Februari 2026 - 09:42 WIB

US-Indonesia Business Summit 2026: Komitmen Investasi RI–AS Tembus USD 38,4 Miliar

Kapolri Awasi Saham Gorengan, Polri Perketat Pengawasan Pasar Modal

11 Februari 2026 - 10:25 WIB

Kapolri Awasi Saham Gorengan, Polri Perketat Pengawasan Pasar Modal

Pemerintah Tegaskan Penegakan Hukum, Tak Ada Ruang bagi Saham Gorengan di Bursa

31 Januari 2026 - 08:27 WIB

Pemerintah Tegaskan Penegakan Hukum, Tak Ada Ruang bagi Saham Gorengan di Bursa

BI: Inflasi IHK 2025 Terkendali di Kisaran Sasaran 2,5±1 Persen

6 Januari 2026 - 07:43 WIB

BI: Inflasi IHK 2025 Terkendali di Kisaran Sasaran 2,5±1 Persen

BPS Catat Produksi Jagung Nasional 2025 Naik 6,44 Persen

6 Januari 2026 - 07:21 WIB

BPS Catat Produksi Jagung Nasional 2025 Naik 6,44 Persen
Trending di Ekonomi