Ia juga mengingatkan pentingnya kerja sama lintas profesi dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kepentingan bersama.
Senada dengan itu, Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo, menyampaikan bahwa meskipun jumlah petugas kesehatan haji tahun ini menurun drastis — dari 4.700 orang pada tahun sebelumnya menjadi 2.110 orang — kualitas layanan harus tetap dijaga.
“Mengemban amanah besar untuk menjaga kesehatan dan keselamatan jemaah haji Indonesia membutuhkan kesiapan lahir dan batin,” tegas Liliek saat membuka pelatihan secara daring pada 9 April 2025.
Ia berharap para peserta dapat menyerap ilmu dan pengalaman yang diberikan oleh para fasilitator untuk memperkuat kapasitas mereka sebagai bagian dari tim kesehatan haji nasional. (MS)






