Internasional

IDF Sempat Tahan Pasukan Perdamaian UNIFIL, PBB Beri Peringatan Keras

Redaksi
×

IDF Sempat Tahan Pasukan Perdamaian UNIFIL, PBB Beri Peringatan Keras

Sebarkan artikel ini
IDF Sempat Tahan Pasukan Perdamaian UNIFIL, PBB Beri Peringatan Keras
Dok. UNIFIL.

FaktaID.net – Sebuah insiden melibatkan Pasukan Pertahanan Israel dan personel penjaga perdamaian terjadi pada Selasa, 7 April 2026. Dalam pernyataan resmi, misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon melaporkan adanya penahanan terhadap salah satu anggotanya.

Dalam keterangannya, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menyebut bahwa penahanan terjadi saat konvoi logistik mereka diadang oleh Israel Defense Forces.

“Pasukan Pertahanan Israel (ID) menahan seorang personel penjaga perdamaian UNIFIL setelah mengadang sebuah konvoi logistik,” demikian pernyataan UNIFIL.

Baca Juga :  Hamas Bebaskan Empat Tentara Perempuan Israel, 200 Tahanan Palestina Dibebaskan

Insiden tersebut berlangsung singkat setelah dilakukan komunikasi intensif antara pimpinan misi dan pihak terkait. UNIFIL memastikan personel yang ditahan berhasil dibebaskan dalam waktu kurang dari satu jam.

“Melalui kontak langsung dan segera yang dilakukan oleh Kepala Misi dan Komandan Pasukan UNIFIL beserta Cabang Penghubung, personel tersebut akhirnya dibebaskan dalam waktu kurang dari satu jam,” lanjut pernyataan tersebut.

UNIFIL menegaskan bahwa tindakan penahanan terhadap penjaga perdamaian PBB merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Selain itu, segala bentuk gangguan terhadap tugas mereka juga dinilai melanggar ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :  Presiden Prabowo dan PM Malaysia Bahas Dampak Tarif Impor AS dan Bantuan untuk Myanmar

“Setiap penahanan terhadap penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional. Segala bentuk campur tangan terhadap tugas penjaga perdamaian juga merupakan pelanggaran terhadap Resolusi 1701,” tegas UNIFIL.

Lebih lanjut, UNIFIL meminta semua pihak untuk menghormati keberadaan dan tugas personelnya di lapangan, termasuk menjamin kebebasan bergerak mereka selama menjalankan mandat perdamaian.

“Kami mengharapkan penghormatan penuh atas status perlindungan personel penjaga perdamaian PBB oleh semua pihak, dan meminta agar semua aktor menahan diri dari segala bentuk gangguan terhadap kebebasan bergerak mereka,” pungkas pernyataan tersebut. (DR)