Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 30 Okt 2025 WIB

Peringkat Utang Indonesia di Level BBB+ dengan Outlook Stabil


Dok. Kemenkeu. Perbesar

Dok. Kemenkeu.

FaktaID.net – Lembaga pemeringkat internasional Rating and Investment Information, Inc. (R&I) mempertahankan peringkat utang (sovereign credit rating) Indonesia pada level BBB+ dengan outlook stabil dalam rilis terbarunya pada 24 Oktober 2025.

Afirmasi dari R&I ini mencerminkan kepercayaan lembaga pemeringkat terhadap kekuatan fundamental ekonomi Indonesia serta kebijakan fiskal dan moneter yang tetap berhati-hati.

“Penilaian R&I menegaskan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global serta konsistensi pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal,” tulis Kemenkeu dalam keterangannya resminya, Kamis (30/10).

Baca Juga :  Tutup Setelah 33 Tahun, Tupperware Indonesia Resmi Hentikan Operasi

R&I menilai ketahanan ekonomi Indonesia ditopang oleh pertumbuhan yang konsisten, inflasi yang terkendali, dan pengelolaan fiskal yang disiplin.

“Fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh, dengan inflasi berada dalam batas sasaran dan pertumbuhan yang berkelanjutan,” tambah Kemenkeu.

Kinerja ekonomi nasional sepanjang 2024 disebut menunjukkan capaian yang solid berkat kuatnya konsumsi domestik. R&I memperkirakan tren pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil akan tetap berada dalam kisaran sehat dan berkelanjutan pada tahun 2025.

Baca Juga :  Dorong Hilirisasi, Mentan Amran Minta Naikkan Harga Kelapa di Tingkat Petani

Tingkat inflasi yang berhasil dikendalikan dalam rentang target 2,5% plus/minus 1% menjadi salah satu catatan positif R&I. Selain itu, nilai tukar rupiah dinilai relatif stabil setelah sempat mengalami tekanan eksternal, sementara posisi cadangan devisa pada akhir September 2025 setara dengan enam bulan kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Dari sisi fiskal, R&I memuji konsistensi Indonesia dalam menjaga defisit anggaran di bawah 3% dari PDB. Defisit tahun 2024 tercatat sebesar 2,3%, sementara target tahun 2025 disesuaikan menjadi 2,78% untuk mendukung pembiayaan program prioritas pemerintah. Proyeksi defisit 2026 sebesar 2,68% dinilai menunjukkan arah kebijakan fiskal yang terukur dan berkelanjutan.

“R&I memperkirakan rasio utang pemerintah terhadap PDB akan tetap di kisaran 40%, mencerminkan komitmen pemerintah menjaga kredibilitas fiskal,” kata Kemenkeu.

Baca Juga :  Penjualan Eceran Meningkat pada Oktober 2025, BI: Didukung Kenaikan Permintaan Jelang Natal

Dalam laporannya, R&I menekankan pentingnya tiga hal bagi Indonesia: memperluas basis penerimaan negara, meningkatkan kemudahan berusaha serta reformasi struktural, dan menjaga fokus kebijakan ekonomi serta peran lembaga baru Danantara.

Dengan dipertahankannya peringkat BBB+ dan outlook stabil ini, Kemenkeu menilai bahwa penilaian R&I menjadi sinyal positif bagi investor dan mitra internasional.

“Capaian ini menunjukkan kepercayaan global terhadap komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi, kredibilitas fiskal, dan keberlanjutan pembangunan,” ujar Kemenkeu. (MS)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

Avatar badge-check

Editorial Team

Baca Lainnya

Menkeu Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Tembus 8 Persen

20 November 2025 - 18:57 WIB

Menkeu Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Tembus 8 Persen

Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi 424,4 Miliar Dolar AS Pada Triwulan III 2025

18 November 2025 - 14:40 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Turun Jadi 424,4 Miliar Dolar AS Pada Triwulan III 2025

Penjualan Eceran Meningkat pada Oktober 2025, BI: Didukung Kenaikan Permintaan Jelang Natal

11 November 2025 - 11:38 WIB

Penjualan Eceran Meningkat pada Oktober 2025, BI: Didukung Kenaikan Permintaan Jelang Natal

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,04 Persen di Triwulan III 2025, TPT Turun Jadi 4,85 Persen

6 November 2025 - 11:17 WIB

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,04 Persen di Triwulan III 2025, TPT Turun Jadi 4,85 Persen

Presiden Prabowo Bahas Solusi UMKM dan Penertiban Barang Bekas Impor dalam Ratas Kabinet

5 November 2025 - 06:22 WIB

Presiden Prabowo Bahas Solusi UMKM dan Penertiban Barang Bekas Impor dalam Ratas Kabinet

Ekspor Nonmigas Dongkrak Surplus Dagang Indonesia hingga US$33,48 Miliar

4 November 2025 - 11:38 WIB

Ekspor Nonmigas Dongkrak Surplus Dagang Indonesia hingga US$33,48 Miliar
Trending di Ekonomi