Dalam hal bantuan kemanusiaan, Indonesia menyatakan kesiapan untuk terlibat secara aktif, termasuk kemungkinan mengevakuasi korban luka, anak-anak yatim, dan pelajar yang terdampak konflik ke tanah air. Namun, langkah ini hanya akan diambil jika diminta dan disetujui oleh semua pihak.
“Indonesia siap membantu mencapai perdamaian dan kesinambungan bantuan kemanusiaan. Jika diminta, kita siap mengevakuasi sementara korban luka, anak-anak, dan pelajar untuk dirawat di Indonesia,” tambah Sugiono.
Ia menekankan bahwa bantuan ini sepenuhnya didasari oleh rasa kemanusiaan dan tidak dimaksudkan sebagai upaya relokasi permanen. “Ini adalah bentuk solidaritas. Kita ingin mereka kembali ke Gaza saat situasi memungkinkan,” tegasnya.
Saat ini, Presiden Prabowo masih dalam proses konsultasi dengan para pemimpin negara di kawasan Timur Tengah. Hasil dari konsultasi ini akan menjadi acuan dalam menentukan langkah dan mekanisme bantuan selanjutnya.
“Semuanya masih dalam proses konsultasi. Nantinya hasil konsultasi itu akan menjadi dasar keputusan akhir. Semua pihak harus sepakat, jika ada yang tidak setuju maka tidak bisa dilanjutkan,” tutup Sugiono. (MS)






