“Kita imbau, jangan kosong-kosong. Artinya, kalau tidak punya keterampilan, maka akan bersaing dengan masyarakat Jakarta. Jadi, keahlian itu menjadi penting. Marilah kita bersama-sama membangun Jakarta,” ujar Rano.
Pemprov Jakarta juga telah mengantisipasi lonjakan urbanisasi yang terjadi setiap usai Lebaran. Menurut Rano, mudik bersama yang difasilitasi oleh Pemprov Jakarta dan kementerian bertujuan untuk mengukur jumlah pemudik yang kembali ke ibu kota.
“Itu sebetulnya antisipasi loh. Paket kita adalah pulang-pergi atau pergi-pulang Jakarta tahun ini hampir 26.000 yang kita fasilitasi,” jelasnya.
Rano juga menyebutkan bahwa jumlah tersebut menjadi indikator tingkat kepadatan urbanisasi yang mungkin terjadi setelah Lebaran. Namun, ia mengakui bahwa ada banyak pendatang yang masuk ke Jakarta melalui berbagai moda transportasi lain, seperti sepeda motor atau kereta api.
“Yang naik motor atau kereta itu mungkin membawa saudaranya, itu tidak bisa kita pungkiri. Jadi, silakan berjuang keras di Jakarta,” ujar Rano.
Untuk itu, Pemprov Jakarta mengimbau warga yang hendak menetap di Jakarta agar tetap mengikuti peraturan yang berlaku. “Marilah kita isi-isi semua dengan aturan yang memang harus kita sepakati bersama,” tutupnya. (MS)






