Sementara itu, tahap kedua mencakup pembangunan 83 jembatan baru yang tersebar merata di kabupaten dan kota di Riau, termasuk Pekanbaru, Dumai, Siak, Kampar, Bengkalis, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kuantan Singingi, Pelalawan, serta Kepulauan Meranti.
Kapolri menyatakan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan bentuk sinergi lintas sektor untuk meningkatkan konektivitas, terutama di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi. Infrastruktur ini diharapkan mampu mempersingkat waktu tempuh, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Titiek Soeharto juga melakukan dialog virtual dengan Forkopimda Kepulauan Meranti dan pihak SDN 018 Semulut yang selama ini mengalami kendala akses akibat kondisi jembatan yang rusak dan berisiko.
Kapolri turut berdialog langsung dengan warga Desa Gobah guna memastikan program tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat setempat.
Selain agenda infrastruktur, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyaluran 500 paket sembako Ramadan kepada warga serta bantuan perlengkapan sekolah bagi puluhan siswa.
Program Jembatan Merah Putih Presisi diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Riau. (DR)






