FaktaID.net – Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Humas Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menegaskan bahwa berbagai klaim yang kerap disampaikan kelompok separatis Papua melalui Sebby Sambom merupakan bagian dari upaya propaganda untuk mencari legitimasi internasional.
Menurut Yusuf, Sebby Sambom selama ini kerap disebut sebagai juru bicara Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Ia aktif menyampaikan pernyataan kelompok tersebut melalui berbagai platform media sosial, terutama setelah terjadi aksi kekerasan yang dilakukan KKB dan berdampak tidak hanya bagi masyarakat Papua, tetapi juga Negara Indonesia.
“Perlu kami luruskan, Sebby Sambom itu hanya seorang influencer dari kelompok kriminal bersenjata (KKB). Kalau juru bicara itu jelas posisinya ada di mana. Apa yang dia lakukan adalah hal biasa untuk mempropagandakan aksi mereka demi mendapatkan validasi dari dunia internasional,” tegas Yusuf.
Yusuf juga membantah tudingan KKB yang kerap menyebut warga sipil yang menjadi korban penganiayaan atau pembunuhan sebagai anggota intelijen TNI-Polri. Ia menyatakan klaim tersebut merupakan kebohongan publik yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Ia kemudian memaparkan sejumlah kasus yang dilakukan KKB, salah satunya insiden terhadap pilot di Bandara Korowai.
“Pilot yang menjadi korban adalah murni pilot maskapai sipil, bukan agen intelijen. Para penumpang bahkan sangat berduka, mereka tahu betapa pentingnya transportasi udara di wilayah terpencil seperti Korowai,” ucapnya.
Dalam kasus lain, korban yang merupakan pekerja pembangunan sekolah disebut sebagai tukang kayu yang tengah membuat meja dan kursi untuk menunjang kegiatan belajar anak-anak Papua.
