Sebagai bentuk komitmen, kedua pihak sepakat menjajaki kolaborasi dalam Forum Kerja Sama Teknis Militer, yakni Komisi Antarpemerintah untuk Kerja Sama Teknis Militer, yang akan menjadi forum utama pembahasan.
Selain itu, Indonesia dan Rusia juga menyepakati forum konsultasi untuk koordinasi rencana kerja sama militer tahun 2025.
Dalam rangka mendukung forum tersebut, Kementerian Pertahanan RI berencana mengirimkan delegasi ke Rusia guna membahas program kerja sama pertahanan yang direncanakan pada tahun 2026.
Sebelumnya, situs Janes memuat laporan bahwa Moskow telah mengajukan permintaan resmi untuk menempatkan pesawat-pesawat militernya di Lanud Manuhua, Biak Numfor.
Laporan ini langsung memicu reaksi dari Australia sebagai negara tetangga terdekat Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, segera melakukan verifikasi. Pada Kamis malam, Marles menyampaikan kepada media ABC bahwa dirinya telah berbicara langsung dengan Menteri Pertahanan Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin.
“Saya sudah bicara dengan mitra saya, Menteri Pertahanan HE Sjafrie Sjamsoeddin, dan beliau mengatakan kepada saya dengan sejelas-jelasnya, laporan tentang prospek pesawat Rusia yang beroperasi dari Indonesia sama sekali tidak benar,” ujarnya dilansir dari indonesiadefense.com. Selasa (15/4). (DR)






