FaktaID.net – Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional, Rafael Grossi, mengungkapkan kekhawatiran menyusul laporan serangan proyektil yang kembali terjadi di sekitar PLTN Bushehr, Iran pada Sabtu.
IAEA menerima informasi dari otoritas Iran bahwa insiden tersebut merupakan yang keempat dalam beberapa pekan terakhir.
Dalam laporan itu disebutkan satu anggota staf perlindungan fisik tewas akibat terkena serpihan proyektil, sementara sebuah bangunan di area fasilitas mengalami kerusakan akibat gelombang kejut dan pecahan material.
Grossi menegaskan bahwa fasilitas nuklir beserta lingkungan sekitarnya tidak boleh menjadi sasaran serangan dalam kondisi apa pun.
Ia mengingatkan bahwa bangunan penunjang di lokasi tersebut kemungkinan menyimpan peralatan penting yang berkaitan langsung dengan sistem keselamatan, sehingga setiap serangan berpotensi menimbulkan dampak serius.
Meski demikian, hingga kini belum ada laporan mengenai peningkatan tingkat radiasi akibat insiden terbaru tersebut. IAEA tetap memantau situasi dengan cermat sambil terus berkoordinasi dengan pihak terkait.






