Ia juga kembali menyerukan penahanan diri secara militer untuk mencegah risiko kecelakaan nuklir yang lebih besar.
Dalam berbagai kesempatan, termasuk saat berbicara di Dewan IAEA di Wina, Austria, Grossi menyoroti bahwa eskalasi konflik di kawasan yang memiliki fasilitas nuklir aktif, seperti Iran, dapat meningkatkan potensi insiden berbahaya.
Sebelumnya, pada 18 Maret, serangan juga terjadi di sekitar Bushehr dan menghancurkan sebuah struktur yang berjarak sekitar 350 meter dari reaktor.
Meski tidak menimbulkan korban maupun kerusakan pada reaktor, IAEA telah mengingatkan bahwa setiap serangan di dekat fasilitas nuklir berisiko melanggar prinsip keselamatan internasional.
Dalam konteks konflik bersenjata, IAEA terus menekankan pentingnya menjaga integritas fisik fasilitas nuklir, memastikan seluruh sistem keselamatan tetap berfungsi, menjamin staf dapat bekerja tanpa tekanan,
Serta menjaga pasokan listrik, logistik, pemantauan radiasi, dan komunikasi tetap berjalan dengan baik. Prinsip-prinsip ini dinilai krusial untuk mencegah terjadinya kecelakaan nuklir di tengah situasi keamanan yang tidak menentu. (DR)






