Peristiwa longsor pertama kali diketahui oleh seorang saksi yang sedang melakukan kontrol keamanan di area TPST setelah beristirahat di warung kopi. Saat itu saksi mendengar teriakan warga yang memberitahukan adanya longsor, lalu melihat gunungan sampah tiba-tiba runtuh menutup jalan dan menimpa warung serta sejumlah truk sampah.
Informasi kejadian kemudian segera disebarkan melalui grup komunikasi keamanan TPST sehingga petugas langsung bergerak menuju lokasi.
Anggota piket Polsek Bantargebang yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan, pendataan korban, serta membantu proses evakuasi. Hingga saat ini proses pencarian korban masih berlangsung dengan menggunakan alat berat berupa ekskavator.
Proses evakuasi melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI-Polri, BPBD Kota Bekasi dan BPBD DKI Jakarta, Basarnas Kota Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup, Damkar Kota Bekasi, PMI, relawan, hingga aparat Kecamatan Bantargebang dan Kelurahan Sumur Batu.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri bersama Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono juga turun langsung ke lokasi untuk memantau jalannya proses evakuasi sekaligus memastikan penanganan korban dilakukan secara maksimal. Keduanya memberikan arahan kepada personel gabungan agar memprioritaskan pencarian korban yang diduga masih tertimbun longsoran sampah.
Sementara itu, kerugian materiil akibat kejadian tersebut masih dalam tahap pendataan oleh pihak terkait. Kepolisian juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang tersebut. (DR).






