JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
Dukungan tersebut akan diwujudkan dalam bentuk taujihat (arahan atau panduan) yang akan dibahas dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) IV MUI yang berlangsung pada 17-19 Desember 2024 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat.
Ketua Steering Committee (SC) Mukernas IV MUI, KH Masduki Baidlowi, menegaskan bahwa ekonomi kerakyatan merupakan tema yang sering diangkat Presiden Prabowo dalam berbagai kesempatan.
Menurutnya, konsep ini sejalan dengan Pasal 33 UUD 1945 yang dirumuskan oleh Bung Hatta, terinspirasi dari konsep negara kesejahteraan di Skandinavia.
“Ekonomi kerakyatan yang disebut juga ekonomi konstitusi ini belum terlaksana dengan baik hingga saat ini. Oleh karena itu, MUI mendukung penuh komitmen Presiden Prabowo melalui taujihat yang akan dirumuskan di Mukernas IV,” kata Kiai Masduki dalam konferensi pers di Kantor Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (14/12).
Mukernas IV MUI juga akan menjadi ajang evaluasi kinerja organisasi selama periode 2020-2025. Setiap Komisi, Badan, dan Lembaga (KBL) MUI diminta membatasi program kerja 2025 hanya pada tiga program prioritas, mengingat waktu yang tersedia sebelum Musyawarah Nasional (Munas) hanya sembilan bulan.
“Jika ada KBL yang ingin melaksanakan lebih dari tiga program, itu tidak masalah, tetapi tiga program utama harus terlaksana dengan baik,” ujar Kiai Masduki.
Selain itu, Mukernas IV akan mengumumkan lima MUI daerah dengan prestasi terbaik berdasarkan hasil evaluasi manajemen mutu yang diawasi oleh ISO. Hal ini menjadikan MUI sebagai satu-satunya organisasi Islam yang menerapkan standar manajemen mutu seperti itu.
Salah satu fokus strategis Mukernas IV adalah pembahasan pendanaan dan investasi untuk mendukung keberlanjutan organisasi. Untuk pertama kalinya, isu pendanaan akan dibahas secara khusus oleh Komisi C, terpisah dari komisi-komisi lainnya.
“Pendanaan adalah ruh organisasi. Oleh karena itu, Mukernas kali ini akan membahasnya secara mendalam, termasuk strategi investasi ke depan,” jelas Kiai Masduki.
Mukernas IV juga akan menandai penandatanganan beberapa kerja sama penting, antara lain dengan Lemhanas untuk pengembangan wawasan kebangsaan, BTPN Syariah dalam pemberdayaan ekonomi syariah dan UMKM, serta UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk pengembangan sumber daya manusia.
Sekretaris SC Mukernas IV, H Rofiqul Umam Ahmad, menyebut bahwa draft materi Mukernas sudah hampir final. Mukernas ini akan dihadiri oleh 304 peserta, termasuk pejabat tinggi negara, pimpinan MUI daerah, perwakilan ormas Islam, serta tamu undangan lainnya. (*/DR)
