FaktaID.net – Di tengah ketidakpastian global, realisasi postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Februari 2025 masih sesuai dengan target yang ditetapkan dalam UU No 62 Tahun 2024.
Hal ini disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN KiTa yang digelar di Aula Mezzanine, Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Kamis (13/3).
Sri Mulyani melaporkan bahwa realisasi Pendapatan Negara hingga akhir Februari 2025 mencapai Rp316,9 triliun atau 10,5% dari target APBN tahun ini.
Penerimaan perpajakan tercatat sebesar Rp240,4 triliun atau 9,7% dari target. Rinciannya, penerimaan pajak mencapai Rp187,8 triliun (8,6%) dan penerimaan kepabeanan serta cukai sebesar Rp52,6 triliun (17,5%).
Sementara itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) telah terkumpul sebanyak Rp76,4 triliun atau 14,9% dari target.
Menkeu menjelaskan bahwa pola realisasi pendapatan negara memang cenderung lebih rendah pada Januari dan Februari setiap tahunnya.
“Kita melihat ada beberapa perlambatan, terutama karena koreksi harga komoditas seperti batu bara, minyak, dan nikel, yang memiliki peran penting dalam perekonomian kita,” ujar Sri Mulyani.






