Selain itu, penerapan kebijakan Tarif Efektif Rata-rata (TER) turut memengaruhi Penerimaan Negara, khususnya PPh 21. Faktor lain yang berkontribusi pada penurunan adalah restitusi pajak yang cukup signifikan di awal tahun.
Di sisi belanja, APBN mencatat realisasi Belanja Negara sebesar Rp348,1 triliun atau 9,6% dari total pagu anggaran tahun ini.
Belanja Pemerintah Pusat mencapai Rp211,5 triliun atau 7,8% dari target, yang terdiri dari, Belanja Kementerian/Lembaga: Rp83,6 triliun (7,2%), Belanja Non-K/L: Rp127,9 triliun (8,3%). Sementara itu, Transfer ke Daerah mencatat realisasi cukup tinggi, yaitu Rp136,6 triliun atau 14,9% dari target.
Sri Mulyani juga memaparkan bahwa Keseimbangan Primer masih surplus Rp48,1 triliun, sementara defisit APBN mencapai Rp31,2 triliun atau 0,13% dari PDB. Pembiayaan anggaran telah mencapai Rp220,1 triliun.
“Saya ingatkan kembali bahwa APBN tahun ini dirancang dengan defisit Rp616,2 triliun atau 2,53% dari PDB. Saat ini, defisit baru 0,13%, jadi masih sangat dalam batas desain APBN,” jelasnya. (MS)




