FaktaID.net — Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri tengah melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam rangka penyelidikan kasus pembangunan pagar laut di kawasan pesisir utara Tangerang.
Pembangunan pagar laut yang diduga berada di atas lahan bermasalah tersebut memunculkan kekhawatiran akan dampak negatif terhadap para nelayan yang menggantungkan hidupnya di wilayah tersebut.
“Itu masih penyelidikan. Saat ini Kasubdit kami sedang koordinasi dengan KKP,” ujar Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Pol Nunung Syaifuddin saat ditemui di Gedung Bareskrim, Jakarta, pada Senin (5/5).
Nunung menjelaskan bahwa penyelidikan ini berjalan secara terpisah dari perkara sebelumnya yang ditangani oleh Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum).
Fokus utama kali ini adalah menelusuri dampak lingkungan dan sosial akibat pembangunan pagar laut, serta potensi kerugian yang dialami nelayan setempat.
Ia menambahkan bahwa hasil audit dari pihak KKP akan menjadi dasar untuk mengetahui secara pasti sejauh mana kerugian yang ditimbulkan.
“Dampak itu bisa kita lihat dari tim audit dari KKP,” kata Nunung. (DR)






