FaktaID.net – Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Karimun (Lanal TBK) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba berskala besar yang dilakukan oleh kapal ikan asing berbendera Thailand, Aungtoetoe 99.
Dalam operasi yang berlangsung di perairan Selat Durian pada Rabu (14/5), petugas mencurigai gerak-gerik kapal yang mencoba melarikan diri dalam kondisi gelap tanpa lampu navigasi. Kecurigaan ini mendorong tim patroli F1QR melakukan pengejaran intensif hingga akhirnya kapal berhasil dihentikan pada pukul 00.30 WIB.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan 95 karung mencurigakan yang terdiri dari 35 karung kuning dan 60 karung putih. Setelah diuji laboratorium oleh tim Bea Cukai Kepri, karung-karung tersebut diketahui berisi 1.200 kilogram kokain dan 705 kilogram sabu-sabu.
Operasi ini juga mengamankan lima anak buah kapal (ABK), yang terdiri dari satu warga negara Thailand dan empat warga negara Myanmar. Seluruh ABK tidak memiliki dokumen perjalanan maupun izin pelayaran yang sah, memperkuat dugaan bahwa kapal digunakan sebagai sarana penyelundupan narkoba lintas negara.
Kapal beserta ABK saat ini telah diamankan di Dermaga Lanal Tanjung Balai Karimun untuk proses hukum lebih lanjut. Rencana ke depan, tim gabungan TNI AL dan Bea Cukai akan melibatkan unit K9 untuk menyisir kemungkinan adanya barang terlarang lain yang belum ditemukan.
Keberhasilan operasi ini menunjukkan sinergi nyata antara TNI AL dan DJBC Khusus Kepulauan Riau dalam menjaga perairan Indonesia dari ancaman transnasional. TNI AL menegaskan komitmennya untuk terus memberantas jaringan penyelundupan narkoba demi menjaga kedaulatan dan keselamatan bangsa. (DR)






