FaktaID.net – Presiden Chechnya, Ramzan Kadyrov, menyatakan kesiapan penuh untuk berpartisipasi dalam potensi konflik di kawasan Teluk Persia dengan mendukung Iran.
Ia menegaskan bahwa pasukan Chechnya siap diberangkatkan beserta persenjataan yang dibutuhkan untuk menghadapi kemungkinan agresi darat oleh Amerika Serikat.
Dukungan Chechnya terhadap Iran disebut sejalan dengan kebijakan nasional Rusia. Selain itu, pasukan Chechnya dinilai memiliki kapabilitas tempur yang mumpuni, dengan pengalaman di berbagai medan pertempuran dan menyandang predikat “battle proven”.
Secara doktrin militer, Chechnya memang memiliki kemampuan untuk mengirimkan pasukan ke luar negeri dalam misi tempur skala penuh. Profesionalitas mereka juga telah teruji dalam konflik di Ukraina.
Sementara itu, Komandan pasukan khusus Akhmat, Apti Alaudinov, melalui saluran Telegramnya merilis pernyataan video yang menegaskan keinginannya untuk bertempur di pihak Iran.
Ia menyatakan kesiapan untuk memberikan seluruh persenjataan yang dimiliki kepada Iran, serta siap turun langsung dalam konflik melawan Amerika Serikat dan Israel jika keputusan tersebut diambil oleh pimpinan Rusia.
Dalam pernyataannya, Alaudinov juga mengkritik negara-negara yang mendukung operasi militer terhadap Iran. Ia menilai pihak-pihak tersebut sebagai pendukung kehancuran dan menyebut bahwa Amerika Serikat beserta sekutunya “membawa darah dan kematian”.
Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa setelah Iran, bukan tidak mungkin Rusia akan menjadi target berikutnya dari Amerika Serikat dalam eskalasi konflik global. (DR)






