“Pertumbuhan sektor industri pengolahan utamanya ditopang oleh meningkatnya permintaan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri,” ujar Edy.
Sektor perdagangan besar dan eceran mencatat pertumbuhan 5,49 persen, sementara informasi dan komunikasi tumbuh 9,65 persen berkat lonjakan lalu lintas data dan transaksi elektronik. Sektor pertanian juga naik 4,93 persen karena meningkatnya permintaan domestik.
Secara regional, ekonomi tumbuh positif di seluruh wilayah Indonesia. Pulau Jawa mencatat pertumbuhan 5,17 persen, Sulawesi 5,84 persen, dan Maluku-Papua 2,68 persen.
Dari sisi ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) per Agustus 2025 menurun menjadi 4,85 persen, dibandingkan 4,91 persen pada tahun sebelumnya. “Terjadi penurunan TPT, diikuti penurunan jumlah pengangguran terbuka menjadi 7,46 juta orang pada Agustus 2025,” kata Edy.
Ia menambahkan, proporsi pekerja formal meningkat dari 42,05 persen pada Agustus 2024 menjadi 42,20 persen pada Agustus 2025. Tambahan tenaga kerja juga tercatat di sektor pertanian (0,49 juta orang), akomodasi dan makan-minum (0,42 juta orang), serta industri pengolahan (0,30 juta orang).
BPS menjelaskan, penduduk bekerja dikategorikan dalam tiga kelompok: pekerja penuh waktu (≥35 jam per minggu), pekerja paruh waktu (1–34 jam tanpa mencari pekerjaan lain), dan setengah pengangguran (1–34 jam sambil mencari pekerjaan lain). Pada Agustus 2025, proporsi pekerja penuh waktu mencapai 67,32 persen, pekerja paruh waktu 24,77 persen, dan setengah pengangguran 7,91 persen. (DR)
