Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 6 Nov 2025 WIB

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,04 Persen di Triwulan III 2025, TPT Turun Jadi 4,85 Persen


Dok. Ilustrasi. Perbesar

Dok. Ilustrasi.

FaktaID.net – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru yang mencakup tiga indikator utama, yaitu Produk Domestik Bruto (PDB) dan ketenagakerjaan. Di tengah tantangan perdagangan global, ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat dengan pertumbuhan solid.

BPS mencatat, PDB Indonesia tumbuh sebesar 5,04 persen (year-on-year) pada triwulan III 2025, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tumbuh 4,95 persen. Sebagai perbandingan, sejumlah negara tetangga juga mengalami pertumbuhan positif, antara lain Vietnam 8,2 persen, Tiongkok 4,8 persen, Malaysia 5,2 persen, dan Singapura 2,9 persen.

Baca Juga :  Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Maret 2025 Capai 4,33 Miliar Dolar AS

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia kali ini ditopang oleh konsumsi masyarakat yang tetap terjaga, serta dukungan kebijakan pemerintah dalam mengendalikan inflasi. Selain itu, peningkatan transaksi digital juga menjadi pendorong utama.

“Jumlah perjalanan wisatawan nusantara secara year on year meningkat, tumbuh sebesar 21,84 persen. Sedangkan jumlah penumpang di beberapa moda transportasi seperti angkutan rel dan angkutan laut juga meningkat,” tutur Edy dalam siaran pers BPS, Selasa (5/11).

Baca Juga :  MUI Dukung Ekonomi Kerakyatan Presiden Prabowo, Siap Keluarkan Taujihat Khusus di Mukernas IV

Dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa tumbuh 9,91 persen, didorong oleh komoditas nonmigas seperti minyak nabati, besi dan baja, serta kendaraan dan mesin listrik. Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara juga memperkuat pertumbuhan ekspor jasa. Sementara itu, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 5,04 persen dan konsumsi pemerintah meningkat 5,49 persen.

Dari sisi lapangan usaha, sektor industri pengolahan tumbuh 5,54 persen, dengan kontribusi besar dari industri makanan-minuman, logam dasar, dan kimia-farmasi.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

Avatar badge-check

Editorial Team

Baca Lainnya

Indonesia dan AS Capai Agreement on Reciprocal Trade, Tarif Nol Persen untuk 1.819 Produk

21 Februari 2026 - 09:41 WIB

Indonesia dan AS Capai Agreement on Reciprocal Trade, Tarif Nol Persen untuk 1.819 Produk

US-Indonesia Business Summit 2026: Komitmen Investasi RI–AS Tembus USD 38,4 Miliar

20 Februari 2026 - 09:42 WIB

US-Indonesia Business Summit 2026: Komitmen Investasi RI–AS Tembus USD 38,4 Miliar

Kapolri Awasi Saham Gorengan, Polri Perketat Pengawasan Pasar Modal

11 Februari 2026 - 10:25 WIB

Kapolri Awasi Saham Gorengan, Polri Perketat Pengawasan Pasar Modal

Pemerintah Tegaskan Penegakan Hukum, Tak Ada Ruang bagi Saham Gorengan di Bursa

31 Januari 2026 - 08:27 WIB

Pemerintah Tegaskan Penegakan Hukum, Tak Ada Ruang bagi Saham Gorengan di Bursa

Ground Breaking Pabrik Pengolahan Kelapa Menjadi Bahan Baku Bioavtur di Banyuasin

21 Januari 2026 - 06:52 WIB

Ground Breaking Pabrik Pengolahan Kelapa Menjadi Bahan Baku Bioavtur di Banyuasin

BI: Inflasi IHK 2025 Terkendali di Kisaran Sasaran 2,5±1 Persen

6 Januari 2026 - 07:43 WIB

BI: Inflasi IHK 2025 Terkendali di Kisaran Sasaran 2,5±1 Persen
Trending di Ekonomi